Laporkan Masalah

Perkembangan lingkungan sosial ekonomi penduduk di kawasan wisata Cipanas Kabupaten Dati II Garut, Jawa Barat

Adi Susetyaningsih, Drs. Hadi Sabari Yunus, M.A.

2000 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Pemanfaatan sumberdaya alam untuk pengembangan pariwisata membawa konsekuensi adanya perubahan lingkungan fisik, biotik maupun sosio cultural. Salah satu tujuan penting yang ingin dicapai dari pengembangan pariwisata tersebut adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi penduduk setempat. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perkembangan lingkungan kawasan wisata Cipanas khususnya perkembangan lingkungan sosial ekonomi penduduk yang meliputi jenis pekerjaan, luas penguasaan lahan pertanian, luas kepemilikan lahan non pertanian dan kondisi kualitas lingkungan perrnukiman serta mengkaji persepsi penduduk terhadap perubahan lingkungan. Metoda yang digunakan meliputi metoda survei, observasi dan wawancara mendalam. Sampel diambil secara Quota, dengan responden 90 orang penduduk asli dan 90 orang penduduk pendatang. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk uji beda variabel jenis pekerjaan dilakukan dengan kai kuadrat, uji beda indek kompisit kondisi sosial ekonomi, luas penguasaan lahan pertanian, luas kepemilikan lahan non pertanian dan kualitas lingkungan permuki-man dilakukan dengan t-test. Korelasi product moment untuk uji korelasi persepsi dengan kondisi sosial ekonomi, Analisis persepsi berdasarkan metoda skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan Lingkungan sosial ekonomi penduduk di kawasan wisata Cipanas selama tahun 1989-1999 relatif kurang berkembang. Hal ini ditunjukkan oleh kecilnya perubahan prosentase pada variabel-variabel yang diteliti. Jenis pekerjaan penduduk relatif tidak berubah, pertambahan terbesar pada pekerjaan wiraswasta sebesar 1,6%. Kondisi sosial ekonomi kias sedang menurun 5,5%. Luas penguasaan lahan pertanian menurun 2,8% khususnya pada kelas 1001-5000 m². Peningkatan kepemilikan lahan non pertanian ditunjukkan dengan penurunan prosentase sebesar 2,8% pada penduduk yang tidak memiliki lahan permukiman. Kualitas lingkungan permukiman meningkat ditunjukkan dengan peningkatan prosentase kualitas lingkungan permukiman pada kelas tinggi sebesar 2,8%. Kondisi sosial ekonomi penduduk pendatang lebih baik dibanding penduduk asli. Beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan kondisi sosial ekonomi antara penduduk asli dan pendatang adalah jenis pekerjaan, luas kepemilikan lahan non pertanian, dan kondisi kualitas lingkungan permukiman. Pada variabel luas pengu-asaan lahan tidak terbukti adanya perbedaan yang nyata antara luas lahan yang dikuasai oleh penduduk asli dan pendatang. Pada variabel persepsi penduduk terhadap perubahan lingkungan 46,7% responden menyatakan sikap yang cenderung netral (persepsi netral). Hal ini berarti selain mendapat keuntungan dari perkembangan kawasan wisata Cipanas penduduk juga dapat merasakan dampak negatif perkembangan kawasan wisata Cipanas. Perbedaan persepsi antara penduduk tidak dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonominya. Ketergantungan ekonomi penduduk kawasan wisata Cipanas terhadap kegiatan pariwisata di Cipanas relatif kecil meskipun demikian penduduk tetap dapat merasakan keun-tungan non ekonomi dengan adanya perkembangan kawasan wisata Cipanas. Kata kunci: perkembangan lingkungan social ekonomi, kondisi social ekomo, persepsi

ABSTRACT Utilization of natural resources for the development of tourism brings about changes in physical, biotic and sociocultural environments. One of primary goals of the development of tourism is to improve the socioeconomic conditionsof a local community. The reserch aims to investigate the development of the socioeconomic environments of Cipanas community, which involves the socio-economic conditions, types of employment, areas of occupied agricultural land, areas of privately owned non-agricultural land and the quality of the residential environment; and the community's perceptions of environment changes. Using the survey method, the samples were taken by quota with 90 respondents from the native inhabitans and 90 respondents from the non-native inhabitants. Analysis was done descriptively qualitatively and quantitatively. Test of mean differences were carried out using chi-quare (for types of employment) and t-test (for socio-economic conditions, areas of occupied agricultural land, areas of privately owned non-agricultural land and the quality of the residential environment), Corelation test used for sosio-economic condition and perception corelation analysis. Analysis of perception was based on Likert scale method; Results of the research is found that there is no significant development of sosioeconomic environments of the community in terms of socio-economic conditions type of employment, area of occupied agricultural land, areas of privaltely owned non-agricultural land and the quality of environment in residential area of Cipanas in 1989 and 1999. The types of employment are relatively the same, and the greatest increase occurs to private enterprises, i.e. 1,6%. The areas of occupied agricultural land have decreased as shown by a decreasin the percentage of the class of 1001-5000 m² (2,8%). Increase in privately owned non-agricultural land is shown by a decrease in the percentage of people who do not have residential land (2,8%). The Quality of residential environments have improved as indicated by an increase in the percentage of quality the residential environment of upper class population (2,8%). The socio-economic condition of non-native inhabitants better than the socio-economic of native inhabitants because of the type of employment, privately owned non-agricultural land and the quality of residential environments. As for the community's perception of environmental changes, 46,7% of the respondents have a neutral attitude because except the economical benefit and another advanteges the development of tourism in Cipanas bring the Cipanas people and negative impact. Key Words: development of socioeconomic environment; socio-economical conditions; perception

Kata Kunci : Perkembangan lingkungan social ekonomi, kondisi social ekomo, persepsi

  1. S2-2000-9716-Abstract.pdf  
  2. S2-2000-9716-Bibliography.pdf  
  3. S2-2000-9716-TableofContent.pdf  
  4. S2-2000-9716-Title.pdf