Pergeseran pemanfaatan angkatan kerja perempuan (Studi di Propinsi DKI Jakarta: Analisis data Sakernas 1993 dan 1998)
Abdur Rofi, Drs. Sukamdi, M.Sc.
2000 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan dan pergeseran pemanfaatan angkatan kerja perempuan di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data Sakernas 1993 dan 1998. Analisis terhadap data dilakukan dengan menekankan analisis tabel silang. Hasil analisis menunjukan bahwa krisis ekonomi yang terjadi semenjak Juli tahun 1997 tidak menurunkan partisipasi perempuan dalam pasar kerja, bahkan dapat terjadi hal yang sebaliknya. Tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan meningkat dari 31,8 persen pada tahun 1993 menjadi 39, 6 persen pada tahun 1997 dan meingkat menjadi 40,6 persen pada tahun 1998. Rata-rata pertumbuhan angkatan kerja perempuan pada periode 1993-1998 adalah 8,6 persen pertahun. Dilihat dari segi pemanfaatan angkatan kerja perempuan, terjadi pergeseran pemanfaatan angkatan kerja perempuan. Angkatan kerja perempuan yang kurang dimanfaatkan (setangah pengangguran) meningkat dari 11,3 persen pada tahun 1993 menjadi 16,5 persen pada tahun 1998. Angkatan kerja perempuan yang tidak dimanfaatkan (pengangguran terbuka) meningkat dari 6,3 persen pada tahun 1993 menjadi 13,5 persen pada tahun 1998. Setengah pengangguran terpaksa perempuan selama periode 1993-1998 meningkat dari 11,4 persen pada tahun 1993 menjadi 23,6 persen pada tahun 1998 dari total setengah pengangguran yang ada. Terdapat kecenderungan bahwa rata-rata upah perbulan setengah pengangguran sukarela lebih tinggi dibandingkan dengan setengah pengangguran terpaksa Angka pengangguran dan pengangguran terbuka dengan menggunakan konsep BPS untuk kasus DKI Jakarta terlihat tidak terdapat perbedaan yang cukup besar, walaupun perbedaan ini meningkat selama krisis ekonomi. Tidak adanya perbedaan yang cukup signifika dikarenakan angka pengangguran terbuka di propinsi DKI Jakarta sudah sangat tinggi. Kata Kunci: Pergeseran, angkatan kerja, krisis ekonomi
ABSTRACT The study is to found out the changing utilization of women labour force in the Province of DKI Jakarta. The study base on secondary data. The main data recourses are National Labour Force Survey 1993 and 1998. The analysis in mainly emphasized on cross-tabulation of the variables. The result of the analysis show that the economic crisis has begun in July 1997 does not lower women participation in the labour market. Even the women labour force participation rate tends to increase from 31,6 percent in 1993 to 39,6 percent in 1997 and be 40,6 percent in 1998. Growth rate of the women labour force on 1993-1998 period is 8,6 percent per annum. Changing the utilization of the women labour force i.e. rate of the under-utilization (under-employment) increase from 11,3 percent in 1993 to 16,5 percent in 1998. Rate of the women unemployment is increase from 6,3 percent in 1993 to 13,5 percent in 1998. Women involuntary under-employment in the period of 1993-1998 is increase from 11,4 percent to 23,6 percent from total of under-employment. A trend that rate of salary per month of women involuntary under-employment is higher than women involuntary under-employment. By using Central Bureau of Statistics, was no much different between unemployment and open unemployment rate. However, the deference was increasing during the economic crisis. Indifferences between there caused by unemployment rate in province of DKI Jakarta was high. Key word: Changing, labour force, and economic crisis
Kata Kunci : Pergeseran, angkatan kerja, krisis ekonomi