Laporkan Masalah

Kesesuian lahan untuk pertanian daerah atas waduk Sermo, kabupaten Kulon Progo propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Agustina Wijayanti, Drs. Jamulya, M.S.; Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.

1993 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah Atas Waduk Sermo sebagai daerah penelitian termasuk wilayah Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo dengan luas 1953,45 Ha, terdiri atas 7 satuan bentuklahan, yaitu Pegunungan Denudasional Andesit Tertoreh kuat (D1), Pegunungan Denudasional Breksi Andesitik Tertoreh Kuat (D2), Pegunungan Denudasional Gampingpasiran Tertoreh Sedang (D3), Perbukitan Denudasional Andesit Tertoreh Sedang (D4), Perbukitan Denudasional Breksi Andesitik Tertoreh Sedang (D5), Perbukitan Denudasional Batupasir Napalan tertoreh lemah (D6) dan Lerengkaki Koluvial (D7). Penelitian kesesuaian lahan ini mempunyai tujuan untuk klasifikasi kesesuaian lahan untuk tanaman ketela pohon, kacang tanah, kakao, kayu putih, akasia, sengon dan mahoni serta evaluasi kesesuaian lahan untuk arahan pemanfaatan lahan dalam kaitannya dengan konservasi tanah. Pendekatan yang digunakan adalah bentuklahan dengan satuan lahan sebagai satuan pemetaan dan satuan analisis. Satuan lahan diturunkan dari satuan bentuklahan, kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Stratified Purposive Sampling dengan satuan lahan sebagai strata dan macam tanah sebagai pertimbangan. Satuan lahan yang ada berjumlah 48. Klasifikasi kesesuaian lahan dilakukan dengan cara membandingkan antara kualitas lahan masing-masing satuan lahan dengan persyaratan penggunaan lahan (tanaman) yang dinilai, dalam hal ini diambil dari CSR/FAO Staff (1983) dan PPT Bogor (1981). Klasifikasi ini sampai pada kategori subkelas dengan faktor pembatasnya. Selanjutnya faktor pembatas tersebut dianalisis sifatnya untuk menentukan wilayah konservasi. Dalam penelitian ini diperoleh hasil kesesuaian lahan untuk pertanian lahan kering tanaman ketela pohon dengan kelas S3 seluas 227,47 Ha atau 11,64%, Kelas N1 seluas 647,57 Ha atau 33, 15% dan kelas N2 seluas 1079,41 Ha atau 55,26% dan untuk tanaman kacang tanah dengan kelas S2 seluas 117.72 Ha atau 6,03%, kelas S3 seluas 373,55 Ha atau 17,12 %, kelas N1 seluas 414,78 Ha atau 21,23 % dan kelas N2 seluas 1047,39 Ha atau 53,62 %. Kesesuaian lahan untuk perkebunan kakao dengan kelas S3 seluas 658,33 Ha atau 33,7%, kelas N1 seluas 1202,93 Ha atau 61,58% dan Kelas N2 seluas 92,19 Ha atau 4,72%. Untuk tanaman kayu putih dengan kelas S2 seluas 155,2 Ha atau 7,94%, kelas S3 seluas 1654,07 Ha atau 84,67% dan kelas N1 seluas 215,74 Ha atau 11,04%. Kesesuaian lahan untuk hutan konservasi dengan tanaman sengon dengan kelas S2 seluas 447,73 Ha atau 22,92%, kelas S3 seluas 1413,53 Ha atau 72,36%, dan kelas N1 seluas 92,19 Ha atau 4,72%. Untuk tanaman akasia dengan kelas S2 seluas 447,73 Ha atau 22,92%, kelas $3 seluas 1505,72 Ha atau 77,08% dan untuk tanaman mahoni dengan kelas S3 seluas 1704,45 Ha atau 87,3% dan kelas N1 seluas 249,0 Ha atau 12,70 %. Pembatas yang paling dominan adalah medan (s), sedangkan pembatas yang lain adalah kondisi perakaran (r), ketersediaan air (w), daya menahan unsur hara (f), ketersediaan unsur hara (n) dan erosi (e). Satuan lahan yang merupakan wilayah konservasi adalah D1VPm, D1VKc, D1VITg, D1VIKc, D1VIPm, D2VIH, D2VIPm, D31VPm, D3VKc, D4VKC, D4VIKe dan D7VKc. Metode konservasi yang diperlukan adalah kombinasi metode mekanik (penterasan) dengan metode vegetatif menggunakan tanaman sengon, mahoni, akasia dan kayu putih

-

Kata Kunci : Kesesuaian lahan,Pertanian,Kulonprogo,DIY

  1. S1-1993-2939-abstract.pdf  
  2. S1-1993-2939-bibliography.pdf  
  3. S1-1993-2939-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1993-2939-title.pdf