Kinerja perkumpulan petani pemakai air (P3A) dalam pengelolaan irigasi tersier dan implikasinya terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian dikabupaten Bantul propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Arif Haryanto, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Lutfi Muta'ali, S.Si., M.SP.
2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kinerja organisasi P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dalam pengelolaan irigasi tersier dan implikasinya terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian. Penelitian menghasilkan klasifikasi tingkat kinerja organisasi P3A menurut pengelompokan hulu, tengah dan hilir daerah irigasi, faktor-faktor yang berpengaruh dan implikasinya terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian. Penelitian menggunakan metode analisis data sekunder dengan pendekatan diskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bantul Propinsi DIY pada daerah yang mendapatkan prioritas pertama pelaksanaan PKPI (Perubahan Kebijakan Pengelolaan Irigasi) terdiri dari 6 Daerah Irigasi (Pendowo, Canden, Blawong, Mejing, Pijenan dan Karang Ploso), yang meliputi 12 Kecamatan. Unit analisis yang digunakan adalah P3A. Data dan variabel penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu: Kinerja input ( Kinerja Organisasi P3A, Tingkat Pendidikan Anggota P3A, Intensitas Pembinaan Aparat, Kinerja Teknis dan Jaringan, Biaya Produksi) dan Kinerja output (Produktivitas Pertanian). Teknik analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif atau statistik, yaitu (1) korelasi-regresi dan (2) uji ANOVA Hasil penelitian menunjukkan tingkat kinerja organisasi P3A di hulu, tengah dan hilir daerah irigasi menunjukkan nilai yang bervariasi. Di daerah hulu, klasifikasi P3A yang belum berkembang dan sudah berkembang menunjukkan persentase sebesar 20 %, sisanya 60 % menunjukkan klasifikasi sedang berkembang. Untuk daerah tengah memiliki klasifikasi P3A belum berkembang 23,3 %, sedang berkembang 70 % dan sisanya 6,67 % sudah berkembang. Sedangkan untuk daerah hilir diperoleh klasifikasi 40% belum berkembang, 53% sedang berkembang dan 6,67% sudah berkembang. Perbedaan tingkat perkembangan kinerja P3A dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal kelembagaan P3A. Diantara faktor internal yang mempengaruhi kinerja kelembagaan P3A adalah tingkat pendidikan anggota P3A, wawasan organisasi, dan kesadaran petani terhadap pentingnya fungsi dan manfaat P3A. Sedangkan faktor eksternal meliputi pembinaan, penyuluhan dan pemberian rangsangan (stimulan) oleh aparat atau instansi terkait. Dari hasil uji ANOVA menunjukkan rata-rata hasil produksi pertanian anggota P3A yang ada di hulu daerah irigasi lebih baik dari rata-rata hasil produksi pertanian yang ada di daerah tengah dan hilir daerah irigasi. Perbedaan tersebut diantaranya disebabkan oleh faktor variasi potensi ketersediaan dan kemudahan dalam memperoleh air. Hal ini mengimplikasikan perlunya penguatan dan peningkatan pemberdayaan P3A sebagai wadah untuk melakukan pengelolaan jaringan irigasi dan pembagian air secara adil sehingga mampu mencukupi kebutuhan seluruh petani baik di bagian hulu, tengah maupun hilir daerah irigasi.
The purpose of this research is to identification performance of P3A (The Association Farm User of Water) class in management tertiary irrigation and there implication to increase agriculture productivity. The result of this research is classification performance of P3A class based on grouping upper, middle, and down stream irrigation area, the influence factor and there implication to increase productivity agriculture. The method of this research used secundary data analysis with an approximation analytic discription. The research was doing in Bantul regency, Province of special region of Yogyakarta with based on region has first priority Policy Reform Managed of Irrigation to consist of six irrigation area (Pendowo, Canden, Blawong, Mejing, Pijenan and Karang Ploso) involves 12 resort. The unit analysis this research used P3A. Data and research variable consist of two groups, these are: input performance (P3A performance, education class of P3A members, intensity building officer in charge, technic and net performance, production cost) and output performance (agriculture productivity). Technical analysis was used quantitative analysis or statistic, these are (1) correlation - regression, (2) examining the ANOVA The result of this research was showed performance of P3A class in upper, middle and down stream irrigation area was showed difference value. In upper area, classification of P3A under-developed was showed presentage as same as 20 %, the rest 60 % was showed classification is developping. The middle area, classification of P3A under-developed 23,3 %, is developing 70% and the rest 6,67% has developed. And in down stream area, classification of P3A 40% under-developed, 53 % is developing and 6,67 % has developed. The difference developing performance class of P3A influenced of internal and external factor P3A institutional. Internal factor was affected performance P3A that education class of P3A members, organization intelegence and consciousness of farm function P3A. External factor involves building espionage and stimulation by officer in charger. The result of examining t-test was showed out put of agriculture productivity P3A members rates: upper irrigation area were better than output of agriculture productivity in the middle and downstream irrigation area. The difference becaused by variance factor stock potential and ease to get the water
Kata Kunci : Kinerja perkumpulan petani,Pengelolaan irigasi,Produktivitas pertanian,Bantul,DIY