Pemilihan alternatif pengendalian bencana banjir Sungai Brang Rea di Kabupaten Sumbawa Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat
ARDIYANTO, Dr.Ir. Bambang Yulistianto
2005 | Tesis | S2 Teknik SipilPada tahun 2000 terjadi banjir besar di Kota Taliwang akibat meluapnya sungai Brang Rea yang berdampak kerugian pada penduduk sekitarnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan terulangnya bencana serupa memerlukan suatu kebijakan pengelolaan yang dapat mewakili keinginan berbagai pihak, yaitu masyarakat sebagai penerima manfaat kebijakan dan aparat pemerintah yang terkait dengan pengelolaan Sungai Brang Rea sebagai pembuat kebijakan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan alternatif pengelolaan terbaik sebagai suatu sistem pendukung keputusan dalam menyusun suatu kebijakan pengelolaan, sedangkan metode yang digunakan dalam analisis pemilihan alternatif pengelolaan bencana alam banjir adalah model AHP. Penelitian dimulai dengan mengkaji kondisi profil muka air Sungai Brang Rea dengan menggunakan program bantu HEC -RAS, menyusun hirarki, melakukan perbandingan berpasangan berdasarkan data responden, menetapkan prioritas, melakukan uji konsistensi hirarki dan menetapkan urutan alternatif pengelolaan banjir. Kriteria aspek teknik, aspek sosial, aspek ekonomi, dan aspek lingkungan digunakan untuk menilai 3 alternatif tindakan pengelolaan yang diusulkan yaitu pembuatan tanggul (alternatif I), normalisasi alur sungai dan tanggul (alternatif II) serta sudetan (alternatif III). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria aspek sosial dengan bobot 0.2987 adalah kriteria terpenting yang yang harus dipertimbangkan dalam pengelolaan bencana banjir, selanjutnya diikuti oleh kriteria aspek teknik dengan bobot 0.2711, aspel lingkungan dengan bobot 0.2246, dan terakhir adalah aspek ekonomi dengan bobot 0.2056. Alternatif pengelolaan terbaik untuk mewujudkan tujuan penanggulangan bencana banjir adalah alternatif II normalisasi alur dan tanggul dengan bobot 0.4295, alternatif I berupa pembuatan tanggul mendapatkan prioritas kedua dengan dengan bobot 0.3262 serta disusul alternatif ketiga berupa sudetan mendapat prioritas ketiga dengan bobot 0.2243.
In 2000 the flood disaster caused by Brang Rea River overtopping happened in Taliwang City. The flood made loss impact to resident who lived around Brang Rea River. The management policy which represent many sides namely resident as policy user, the institusion related to both Brang Rea River management is necessary to anticipate the occurrence of simillar disaster. Analysis which is done in this study is to gain the best management alternative as a decision support system in arranging the management policy. The method which used to analyze the selection of flood disaster management policy alternative is AHP model.The study begins with investigation surface water condition Brang Rea River by using HEC – RAS software, built up decision hierarchy consistency test and determine the rank of flood management alternatives.The proposed of 3 management action alternatives flood dike (alternative I), normalisation of river and flood levee (alternative II) and short cut (alternative III) evaluated by criterias of technical aspect, social aspect, economical aspect and environmental aspect. The result of this study shows that the social aspect criteria value of 0,2987 is the most important point that should be considered in flood disaster management, and followed by technica aspect value of 0,2711 enviromental aspect value of 0,2246, and economical aspect value of 0,2056. Alternatif II normalisation of river and flood levee has got first priority value of 0,4295 of the overall priorities, alternatif I flood levee has got second priority value of 0,3262 and short cut has got third priority value of 0,2243.
Kata Kunci : Bencana Alam, Banjir, Alternatif Pengendalian, flood, decision support system, management alternative.