Pemanfaatan angkatan kerja di permukiman kumuh : Studi kasus di desa Sidomulyo, lembah Kaliwinongo Kel. Bener Kec. Tegalrejo Kotamadia Yogyakarta
Agus Joko Pitoyo, Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A.
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANKeberadaan permukiman kumuh di perkotaan merupakan permasalahan yang selalu terkait dengan aspek ekonomi, sosial, psikologi dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan mengukur pemanfaatan angkatan kerja di permukiman kumuh di Sidomulyo, Lembah Kaliwinongo melalui pendekatan pemanfaa- tan angkatan kerja (Hauser, 1974). Indikator yang diguna- kan untuk mengukur pemanfaatan angkatan kerja adalah penganggur, jam kerja, penghasilan dan pendidikan. Peneli- tian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan : pertama, Mengapa penduduk di permukiman kumuh tetap miskin, apakah angkatan kerjanya kurang dimanfaatkan. Kedua, bagaimana keterkaitan pemanfaatan angkatan kerja dengan penghasilan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sensus. Metode ini dipilih karena merupakan studi kasus pada daerah yang sempit, dengan harapan agar diperoleh data yang shahih dan sesuai dengan kenyataan. Analisis data yang dipergunakan adalah tabel silang, tabel frekuensi, analisis mean-tabulasi dan regressi ganda dengan bantuan program SPSS/PC. Pengkayaan informasi dilakukan dengan indepth interview dan penelitian terlibat untuk kasus- kasus tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angkatan kerja di permukiman kumuh Sidomulyo kurang dimanfaatkan secara penuh. Berdasarkan konsep penganggur, sebesar 16,6% angka- tan kerja berlaku sebagai setengah pengaggur kritis (bekerja kurang dari 14 jam/minggu dan masih aktif mencari pekerjaan yang lebih produktif). Menurut penghasilan, sebesar 80,7 pekerja berpenghasilan kurang dari standar KHM untuk pekerja lajang (94.750). Pemanfaatan sepenuhnya terdapat pada pekerja umur pertengahan, pekerja jenis kelamin laki-laki, pekerja dengan jumlah hari kerja banyak dan pekerja pada sektor formal. Penghasilan pekerja di permukiman kumuh Sidomulyo lebih dominan ditentukan oleh jenis pekerjaan dan jumlah hari kerja. Pemanfaatan pekerja berdasarkan indikator jam kerja juga terkonsentrasi pada pemanfaatan kurang. Sebesar 84,7% pekerja bekerja pada jam kerja lebih dari 45jam/minggu. Hal ini tidak diikuti dengan penghasilan yang tinggi sehingga mereka termasuk pekerja yang tidak produktif.. Berdasarkan pendidikan, sebesar 81,6% dari pekerja berada pada tahun sukses kurang dari 6 tahun. Pemanfaatan pekerja di permukiman kumuh Sidomulyo berdasarkan indikator penganggur, penghasilan, jam kerja dan pendidikan adalah rendah. Keterbatasan sumber daya manusia mengkondisikan mereka berada pada jenis pekerjaan yang kurang produktif. Kondisi ini membuat status sosial dan ekonomi penduduk di permukiman kumuh menjadi rendah.
-
Kata Kunci : Permukiman kumuh,Angkatan kerja,Kotamadya Yogyakarta,DIY,Tegalrejo