IMPLEMENTASI ROBOT OTONOM BERBASIS SIMULTANEOUS LOCALIZATION AND MAPPING UNTUK PEMETAAN RUANGAN TERKONTAMINASI RADIASI NUKLIR
Van Za Aimar Rochman, Ir. Agus Arif, M.T. ; Ir. Kristedjo Kurnianto, M.Sc.
2025 | Skripsi | TEKNIK NUKLIR
Pemetaan awal area
terkontaminasi radiasi nuklir sangat penting untuk perencanaan dekontaminasi
yang aman. Survei manual dapat meningkatkan risiko paparan radiasi langsung bagi
pekerja. Salah satu upaya mengurangi paparan radiasi adalah dengan
mengembangkan prototipe robot otonom untuk melakukan pemetaan dalam ruangan
secara real-time. Sistem berbasis SLAM dua dimensi dipilih dalam
penelitian ini agar proses pemetaan berlangsung tanpa terdampak langsung dengan
paparan radiasi.
Robot
menggunakan sensor LiDAR dan odometri roda sebagai sumber data utama dalam
pemetaan dan pergerakan. Kendali aktuator dan antarmuka sensor dijalankan oleh microprocessor
ESP32. Pemrosesan utama berjalan pada sistem operasi ROS2 dengan dilengkapi
program Cartographer 2D dan modul navigasi Nav2. Uji coba dilakukan dengan
memetakan area Lobi DTNTF, meliputi lorong sebagai daerah uji coba sempit dan lobi
sebagai daerah uji coba luas. Analisis kualitatif dilakukan dengan melihat
kesesuaian peta yang dihasilkan dengan tata letak ruang sebenarnya secara
visual. Selain itu dilakukan pula analisis kuantitatif dengan membandingkan
koordinat estimasi posisi yang terukur dterhadap ground truth.
Prototipe robot berhasil membuat peta dua dimensi yang konsisten tanpa drift berlebih. Hasil pemetaan berhasil merekam tata letak ruangan secara akurat. Analisis kuantitatif antara koordinat ground truth dan estimasi posisi lokalisasi oleh robot mememiliki nilai galat rerata absolut sebesar 0,083 meter. Galat ini merupakan akumulasi dari selip odometri roda ketika robot bergerak memetakan ruangan. Dan galat semakin berkurang seiring optimasi pose graph dan algoritma loop closure aktif dijalankan. Uji coba yang telah dilakukan membuktikan bahwa robot telah berhasil bergerak dengan stabil, dapat melakukan pemetaan dan lokalisasi dengan baik, dan layak digunakan sebagai prototipe awal pemetaan gedung yang terindikasi mengalami kontaminasi radiasi nuklir.
Initial mapping of radiation-contaminated areas
is crucial for planning safe decontamination procedures. Manual surveys
increase the risk of direct radiation exposure to workers. One approach to
minimize this risk is the development of an autonomous robot prototype capable
of performing real-time indoor mapping. The system utilizes a two-dimensional
SLAM framework to ensure that mapping operations proceed without direct
radiation exposure.
The robot employs a LiDAR sensor and wheel
odometry as the primary data sources for mapping and navigation. Actuator
control and sensor interfacing are handled by an ESP32, while the main
processing runs on ROS2 using the Cartographer 2D algorithm and the Nav2
navigation module. Experimental trials were conducted in the DTNTF lobby,
encompassing a narrow corridor and a large lobby area. Qualitative analysis was
performed by visually comparing the generated maps with the actual room layout.
Quantitative analysis compared the robot’s estimated positions with reference
ground-truth coordinates.
The robot prototype successfully produced consistent two-dimensional maps with minimal drift. The mapping results accurately captured the room layout. Quantitative analysis between ground-truth coordinates and the robot’s estimated positions yielded a mean absolute error of 0.083 meter, primarily caused by wheel-odometry slip during mapping. The error decreased as pose-graph optimization and loop-closure algorithms were applied. The trials demonstrate stable motion, accurate mapping, and reliable localization, establishing the system’s suitability as an initial prototype for mapping radiation-contaminated buildings.
Kata Kunci : Pemetaan, SLAM, Robot, LiDAR, Lokalisasi