Analisis digital data spot multispektral untuk estimasi agihan biomasa hijauan pakan satwa manusia herbivora besar pada savana Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Anas Susjanta, Dr. Dulbahri; Dr. Hartono, DESS
1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHMeningkatnya perhatian terhadap kegiatan sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya sejalan dengan konservasi meningkatnya pemanfaatan sumberdaya alam dalam proses pembangunan nasional. Taman Nasional Baluran salah satu merupakan kawasan konservasi kelestarian keanekaragaman hayati dan keaslian habitatnya yang perlu dijaga sebagai suatu sistem ekologi yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biomassa hijauan pakan satwa melalui pengolahan data digital SPOT Multispektral dan mengkaji potensi biomassa hijauan pakan dalam pemenuhan kebutuhan pakan satwa di savanna. Taman Nasional kawasan Baluran Jawa Timur. Penentuan liputan kawasan savana dilakukan dengan interpretasi inframerah berwarna tahun 1981 (skala 1:30.000) dan foto udara topografi (skala 1:50.000) dengan pelaksanan lapangan dilakukan pada Bulan November 1995. Estimasi dilakukan berdasarkan hubungan antara nilai kecerahan citra SPOT hasil transformasi NDVI (Normalized Different Vegetation Index) dengan kandungan biomassa hijau yang diukur di lapangan dengan pendekatan plot sampel (1 m2). Potensi biomassa hijauan pakan dalam kawasan savana diukur menggunakan berdasarkan perhitungan matematis jumlah biomassa yang dibutuhkan oleh satwa mamalia herbivora besar dalam sehari. Tingkat hubungan yang tinggi (r=0,83) dengan derajat kepercayaan 95% (signifikansi 0.05) diperoleh antara nilai spektral citra hasil transformasi Different Vegetation Index) dengan kandungan biomassa NDVI (Normalized hijau di kawasan savana. Kandungan biomassa hijauan pakan satwa pada seluruh kawasan dengan luas 4205 hektar dengan tahun 1995 tergolong besar mencapai 23.562,59 sampai atau 5,60 ton perhektar. Pada kawasan savana Taman Nasional Baluran bertopografi bergelombang-berbukit (5-23%) dengan "proper use" 40%, ketersediaan biomassa hijauan masih sangat besar jumlahnya. Pada kondisi equilibrium (tidak ada faktor lain yang berubah), ketersediaan biomassa Bulan November 1995 dapat menopang kebutuhan satwa herbivora mamalia hingga 7,5 bulan. Luas vegetasi savana secara keseluruhan pada Taman Nasional Baluran tahun 1979 adalah 6.500 demikian, vegetasi hijauan pakan satwa pada kawasan savana hektar. Dengan tersebut telah mengalami penyusutan mencapai 2.295 atau 143 hektar dikatakan hektar tersebut dapat sangat besar sehingga perlu adanya pertahun. Penyusutan konservasi lahan secara terpadu yang intensif untuk menjaga kelesta- rian kawasan savana di Taman Nasional Baluran di masa yang akan datang.
-
Kata Kunci : Agihan biomasa hijauan,Data Spot Multipsektral,Jawa Timur