Laporkan Masalah

Pengaruh penyimpanan pada temperatur rendah terhadap kwalitas isi telur itik

Wiwiek Ediyati, Drh. Soenaryo Keman, M.Sc.; Drh. Sumitro Djojowidagdo; Ir. Moch. Anwar

1977 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Telur merupakan bahan makanan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi, karena kandungan zat-zat makananya lengkap. Pada umumnya telur mudah mengalami kerusakan pada kondisi penyimpan yang tidak baik. Faktor pada penyimpanan yang sangat berpengaruh terhadap keawetan telur ialah temperatur dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan pada temperatur rendah terhadap kualitas isi telur itik. Telur itik sebanyak 219 butir pada umur satu hari dibagi menjadi tiga kelompok, dan disimpan pada temperatur 0 - 2°C, 8“— 10°C dan sebagai pembanding disimpan pada temperatur kamar.Tiap tiga hari dari masing-masing kelompok dissmbil sebanyak tiga butir dan dilakukan pengamatan terhadap pemurunan berat telur, penurunan indeks putih telur dan tekur, perubshan pH putihdah kuming te lur, dan pengamatano terhadap warna, bau dan rasaisi te- lur. Ala t-alat yang dipergunakan yaitu pH-meter Coleman, vernier ca lipers, depth mikrometer, neraca analitik dan standart warna kuning telur. Hasil yang didapat dari penelitian ini ialah bahwa penurunan berat telur yang disimpan pada 0-2 derajat C sebesar 0,074% yang pada 8-10 C sebesar 0,501%, sedang yang pada temperatur kamar sebesar 0,2046% . Penurunan indeks putih telur pada 0-2 derajat C sebesar 0,001062% yang pada 8-10°C sebesar 0,000540%, sedang pada temperatur kamar sebesar 0,0020465%. Indeks kuning telur paa temperatur kamar menurun dua kali lebih besar yaitu 0,003246, sedang pada 0-2C sebesar 0,,001746 dan pada 8-10 D sebesar 0.0016416. Perubahan pH putih telur pada 0°= 2°C sebesar 0,008831 dan pada 98- 10°C sebesar 0,009295, sedang pada temperatur kamar sebesar 0,026821. Perubahan pH kuning telur tidak banyak berbeda yaitu pada 0 - 2°C sebesar 0,0022, pada 8 - 10°C sebesar 0,0026 dan pada temperatur kamar sebesar 0,0025. Telur-telur yang disimpan pada temperatur kamar sudah mulai berbau telur busuk pada hari ke 33 dan berwarna hitam pada hari ke 57. Sedang yang disimpan pada temperatur rendah sampai hari ke 60 masih dalam keadaan baik Dapat disimpulkan bahwa penyimpanan pada temperatur rendah dapat mengawetkan telur minimum selama 60 hari, Penelitian ini dilakuksn mulai bulan Mei 1976 sampai bulan Juli 1976 dilaboratorium Biokimia Fekultas Peternakan U.G.M. Yogyakarta.

Kata Kunci : Telur itik, temperatur rendah, kwalitas isi telur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.