Laporkan Masalah

Pelaporan peristiwa kelahiran, kematian dan migrasi di Kelurahan Palanga Kotamadya Palangkaraya

Basuki Rahardjo, Drs. Kasto, M.A.

1990 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Penelitian Registrasi Penduduk ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peristiwa demografi yang terdiri dari kelahiran, kematian dan migrasi dilaporkan kepada petugas di tingkat desa. Di samping itu bertujuan untuk mengetahui ketelitian pencatatan pelaporan data kelahiran, kematian dan migrasi dalam rangka menjamin kelengkapan dan meningkatkan kuatitas data penduduk. Penelitian ini berlatar belakang suatu pemikiran bahwa data registrasi penduduk merupakan pencatatan kejadian-kejadian proses demografi yang penting. Penelitian tentang pelaporan peristiwa kelahiran peristiwa kelahiran, kematian dan migrasi belum pernah dilakukan di Palangkaraya. Hasilnya diharapkan sebagai bagai upaya pengembangan sistim pembinaan registrasi penduduk terutama bagi daerah yang relatif cukup terpencil. Lokasi penelitian adalah Kelurahan/Desa Palangka Kotamadya Palangkaraya Kalimantan Tengah. Penentuan lokasi ini sebagai obyek penelitian karena daerah ini pernah mengalami pertambahan penduduk yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan responden rumah tangga yang pernah mengalami kelahiran, kematian dan migrasi. Responden diambil dari survey di 14 Rukun Warga, yang dalam periode waktu Februari 1985 sampai Februari 1987 pernah mengalami peristiwa kelahiran, kematian, dan migrasi, yaitu sebanyak 324 kepala keluarga. Analisa data dilakukan secara deskriptif, baik itu dengan tabel frekuensi dan atau tabel silang untuk mengetahui karakteristik responden yang terdiri dari umur, agama, pendidikan dan pekerjaan dengan hal ikhwal yang ada kaitannya dengan kegiatan pelaporan peristiwa demografi di tingkat kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan pelapor peristiwa kelahiran dan kematian persentasenya lebih besar pada kelompok umur yang lebih tua, kerena kelompok umur tua mempunyai kesempatan (expose to risk) yang lebih besar. Kelompok umur tua lebih sering membutuhkan adanya legalitas keterangan dirinya dan keluarganya. Adat setempat (Dayak Kaharingan) masih mempengaruhi pelaporan kelahiran dan kematian. Misalnya laporan kelahiran dan kematian yang hanya dilaporkan kedapa Demang (Kepala Adat) dan tidak diteruskan sampai diberikannya surat keterangan dari Kantor Kelurahan. Persentase pelaporan peristiwa kelahiran, kematian, dan migrasi semakin besar pada kelompok pendidikan yang lebih tinggi, dan lebih dimanfaatkan keberadaannya pada mereka yang Pegawai Negeri. Hal ini berkaitan dengan pengu-rusan tunjangan keluarga dalam status kepegawaiannya. Sebesar 23,3 persen melapor sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan 50,0 persen melapor 14 hari sesudah mengalami peristiwa demografi.

ABSTRACT This study of population registration aims at understanding how demographic events such as births, deaths and migration are reported to the administrators at the village level. The study also aims at assessing the accuracy of recording of reports in births, deaths, and migration, and at improving the quality of the population data. The background of the study is the idea that data on population registration consist of records of events based on significant demographic processes. A study on the recording of events, such as births, deaths, and migration, has not yet been conducted in Palangkaraya. It is to be hoped that the results of the study may benefit the development of population registration, especially in relatively remote areas. The location of the study is the village of Palangka in Palangkaraya Municipality, Central Kalimantan. This region was selected to become the object of the study since it has experienced a relatively rapid population growth. The study was carried out through a survey method in which the respondents were members of households which had experienced births, deaths, and migration in the family. The respondents consist of 324 household heads, taken from 14 Rukun Warga or citizens associations who had experienced births, deaths, and migration in the household during the period of February 1985 to February 1987. Data analysis was done descriptively by using cross tabulation in order to obtain the respondents' characteristics such as age, religion, level of education, and occupation, in relation to their activities of reporting demographic events at the village level. The results of the study show that the reporters on the birth and death events are of the older age group. This is caused by the fact that people of the older age group have greater risk exposure than the younger age group. The older age group tends to be much more often in need of the legality of their identification data and also of their family. Local customs or tradition (Dayak Kaharingan) stil1 influence the birth and death reports. People make oral reports to the "adat" chief and do not ask for legal written statements from the village administration office. Such reports on deaths, births, and migration are higher in percentage among people with higher levels of education, and are more important among government officials in relation to their family allowance and their status in the administration. As many as 23,3 percent made reports according to regulations, and 50 percent submitted their reports 14 days after the demographic occurrence

Kata Kunci : Kelahiran, kematian, migrasi, Kelurahan Palanga

  1. S2-1990-1435-Abstract.pdf  
  2. S2-1990-1435-Bibliography.pdf  
  3. S2-1990-1435-TableofContent.pdf  
  4. S2-1990-1435-Title.pdf