Persepsi masyarakat setempat terhadap integrasi masyarakat pendatang: di lingkungan Taman Purbakala Nasional Borobudur
Agustin Surachman, Dr. Djamaludin Ancok
1990 | Tesis | S2 Ilmu LingkunganINTISARI Penelitian ini adalah evaluasi hasil persepsi tentang integrasi antara masyarakat setempat dan pendatang di lingkungan Pengembangan Taman Purbakala Nasional Borobudur dan sekitarnya. Lokasi obyek penelitian yang diamati terbatas di lingkungan pemukiman baru zone 3 dan zone 4, yang mendukung kelangsungan kehidupan dan kegiatan masyarakatnya. Permasalahan yang ditelaah terbatas pada pengujian di dua lokasi yang berbeda, (1) Lingkungan Pemukiman Pengganti (PEMUKTI) di desa Borobudur (zone 3) dengan lahan terbatas dan (2) Lingkungan Pemukiman Baru di desa Mendut (zone 4) dengan lahan luas untuk pertanian. Perbedaan lokasi, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan agama (jarak sosial obyektif) dan perbedaan persepsi masyarakat terhadap kebijaksanaan yang ada (jarak sosial subyektif) dapat menimbulkan pertentangan (konflik) sosial yang akan menghambat proses integrasi atau persepsi masyarakat tentang integrasi negatif. Dari kedua lokasi diperoleh gambaran kondisi giobiofisik integrasi masyarakat dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat integrasi. Konsep pengembangan melalui (1) pendekatan ekonomi bagi lingkungan setempat, (2) pendekatan lingkungan dapat memanfaatkan pariwisata dan penataan lingkungan pemukiman bertolak dari bentuk kegiatan di dalamnya, (3) pendekatan menyeluruh dan terintegrasi. Konsep integrasi adalah dari proses pertukaran pengalaman, norma dan nilai tata kehidupan antara masyarakat dan pendatang, sehingga dua lokasi tersebut diasumsikan sebagai tempat proses "persepsi tentang integrasi". Maka tingkat integrasi yang dimaksud adalah total score yang dicapai tiap responden dalam menjawab berbagai pertanyaan dalam angket, untuk melihat persepsi masyarakat tentang tingkat integrasi positif atau negatif. Hipotesis utama yang diajukan, semula diduga bahwa perbedaan lokasi yang dekat dengan pusat pengembangan TAPURNAS Borobudur akan menghasilkan persepsi masyarakat setempat tentang integrasi terhadap pendatang kurang baik dibandingkan dengan lokasi yang jauh. Persepsi masyarakat setempat di zone 4, tentang tingkat integrasi pendatang lebih tinggi dibandingkan masyarakat setempat di zone 3. Tetapi data yang diperoleh ternyata menunjukkan hal yang sebaliknya. Data penelitian diambil dari data primer dengan studi kasus dari persepsi masyarakat setempat yang dipindahkan ke desa Borobudur dan desa Mendut, Kabupaten Dati II Magelang, Propinsi Dati I Jawa Tengah. Responden diambil secara acak dari beberapa pedukuhan dengan metode random sampling sebanyak 120 responden, terdiri dari 60 responden di zone 3 dan 60 responden di zone 4. Pengumpulan data primer menggunakan metode angket konsep integrasi dan persepsi masyarakat tentang tingkat integrasi dan memakai metode observasi, wawancara langsung dengan perangkat desa serta Pejabat PT Taman Wisata Candi Borobudur untuk mendapatkan gambaran nyata pengembangan dan masyarakat yang dipindahkan. Data sekunder yang berhubungan dengan masalah penelitian didapat dari beberapa diteratur. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung (integrasi) dan ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata suatu distribus i sampel. Untuk mengetahui perbedaan persepsi dan tingkat integrasi masyarakat setempat terhadap pendatang di dua lokasi, dilakukan analisis statistik uji-t (t-test) yang dibedakan menurut strata. Hasil analisis dapat dilihat dalam nilai t-tabel yang diinterpretasi secara kualitatif dalam menarik kesimpulan-kesimpulan, antara lain menun jukkan bahwa (1) ada perbedaan yang sangat signifikan persepsi masyarakat setempat tentang integrasi terhadap pendatang di lokasi zone 3 dan zone 4; (2) tidak ada perbedaan persepsi masyarakat setempat tentang tingkat integrasi terhadap pedagang dan petani; serta (3) tidak ada perbedaan persepsi masyarakat setempat tentang tingkat integrasi terhadap perbedaan tingkat pendidikan masyarakat setempat dan pendatang. Penelitian ini juga memperoleh hasil sampingan, yaitu bahwa tidak ada per bedaan persepsi masyarakat setempat tentang integrasi terhadap kebijaksanaan cara pembebasan lahan dan pemberian fasilitas. Dikaitkan dengan pengembangan TAPURNAS Borobudur yang diorientasikan pada penciptaan kesejahteraan sosial bagi masyarakat setempat, maka lingkungan pemukiman pengganti (PEMUKTI) yang terbaik berada dekat pusat pengembangan. Untuk tujuan proses integrasi dan kebijaksanaan yang ada itu positif, diperlukan pola pengembangan terarah, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dan meningkatkan dampak positif.
ABSTRACT This study is an evaluation on the perception about integration of local and migrant communities around the the Borobudur National Archeological Park Development. The location of study consists of the new settlement areas of the zone 3 and the zone 4, which support the survival and activities of the communities. The subject matter studied was also limited on test of two different locations, (1) The Substituting Settlement Area at the Borobudur village (zone 3) and the limited land; (2) The New Settlement Area at the Mendut village (zone 4) and the large agricultural land. There are some social differentiation of the people such as: Socio-economic status, educational level and religion (objective social gap) and difference in community perception on the prevailing policies (subjective social gap) could rise a social conflict that may retard the negative integration. Of the two locations it has been found on the geobiophysical conditions, community integration and some factors which have influenced the integration level. The development concept has been implemented through (1) an economic approach, (2) an environmental approach and (3) an integrated approach. The integration concept used, was the exchanges of experiences, norms, and values between the local and migrant communities, so the two locations were assumed as a place of processing in terms of the "perception on the integration". Thus the integration level as a dependent variable to indicate the community perception toward the negative or positive integration levels. The main hypothesis proposed, it has been predicted that the difference in location in terms of its distance to the Borobudur Archeological Park will have different in integration level. Better perception will create better integration from the community of near Borobudur Archeological Park. The local community perception at the zone 4 on the migrant integration level was higher than of the zone 3. The data of study were derived from the primary data with a case study of the local community perception that was moved to the Borobudur and Mendut village of the Magelang Regency of Central Java Province. Respondents wetre taken randomly from some sub-village by means of random sampling of 120 respondents that consisted of sixty respondents of the zone 3 and sixty respondens dents of the zone 4. In addition to the questionnaire method, observation and direct interview. The secondary data relating to investigational problem were obtained from some literatures. The analysis was done by relating some independent variables to dependent variable (integration and integration level) and the difference of mean values in a distribution of sampling. To test the mean difference statistic analysis of t-test was applied, being distinguished in accordance to the strata. Difference between the local community perception on integration and integration level as to the migrant in the two locations were obtained by the t-test, and the analytical result could be seen in the conclusions: (1) there was a difference of the significant perception of the local community toward migrant in the zone 3 and the zone 4; (2) there were no difference for the local perception on the integration level toward traders and farmers; and (3) there were no difference for the local community perception on the integration level toward the difference educational level of the local and migrant communities. This study also showed another conclusion that was not difference for the local community perception on the integration level toward the policy of the system of land consolidation and its facilities. Related to the National Development of the Borobudur Archeological Park, being oriented to the creation of ideal environment and social welfare local communities the Substituting Settlement Areas near the centre were in the integration process, community perception toward the integration level and policies were increase positive and could reduce the negative impacts
Kata Kunci : Persepsi masyarakat, integrasi masyarakat pendatang, Taman Purbakala Nasional Borobudur