Laporkan Masalah

Evaluasi usaha penghijauan swadaya masyarakat: di desa Gunturharjo Kecamatan Giritontro Kabupaten Daerah Tingkat II Wonogiri

A. Kristanto Adiputranto, Dr. Karmono Mangunsukardjo, M.Sc.

1988 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian di sektor pertanian. Dalam kegiatan di sektor pertanian ini sumberdaya alam yang penting adalah tanah dan air. Penggunaan sumberdaya tanah dan air yang melampaui batas kemampuannya tanpa memperhatikan. kaidah konservasi tanah akan menjurus kepada terjadinya lahan kritis, tanah rusak dan tidak produktif. Teknik bercocok-tanam dan pola usaha tani yang keliru dapat menimbulkan erosi dan lahan kritis kurang disadari oleh masyarakat di pedesaan, tetapi hal ini sudah dilihat oleh tingkat nasional, bahkan telah menjadi salah satu masalah keseimbangan ekosistem dan lingkungan hidup. Tujuan evaluasi usaha penghijauan swadaya masyarakat di Desa Gunturharjo dimaksud untuk mengkaji faktor yang berpengaruh dalam menunjang usaha penghijauan swadaya dan mempelajari proses peran-serta masyarakat dalam usaha penghijauan swadaya tersebut. Peran serta masyarakat pedesaan dalam usaha penghijauan dan pengawetan tanah dapat dilihat dari 2 indikator yaitu: 1. besarnya rasio antara luas lahan kering yang dihijaukan terhadap luas lahan kering total; dan, 2. besarnya prosentase tumbuh atau keberhasilan tanaman penghijauan. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian evaluatif dengan teknik pengambilan cuplikan yaitu "cuplikan bertingkat sistematik tidak pada satu garis" adapun teknik. analisisnya adalah koefisien korelasi, regresi tunggal dan regresi berganda serta analisis varians. Unit penelitian yang digunakan adalah petak lahan milik petani yang melakukan. penghijauan swadaya di Desa Gunturharjo Kecamatan Giritontro, Kabupaten Daerah Tingkat II Wonogiri. Faktor yang berpengaruh dalam menumbuhkan peranserta untuk melakukan kegiatan penghijauan swadaya adalah : karakteristik petani; tingkat pendapatan petani dan keadaan fisik lapangan sebagai faktor penentu. Sumber informasi sebagai faktor penunjang. pasif dan tipe "ajakan" sebagai faktor penunjang aktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal di bawah ini. 1. Dalam persamaan linier tunggal, besarnya rasio antara luas lahan kering yang dihijaukan terhadap luas lahan kering total: 49 persen ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan petani dalam usaha tani (tenaga kerja dalam keluarga tak dihitung sebagai komponen biaya); 50 persennya ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan petani dalam usaha tani (tenaga kerja dalam keluarga dihitung sebagai komponen biaya); 36 persennya ditentukan oleh besarnya derajat kemiringan lereng dan 35 persennya ditentukan oleh luas lahan kering total miliknya. 2. Dalam persamaan linier berganda, 95 persen besarnya nilai rasio antara luas lahan kering yang dihijaukan terhadap luas lahan kering total ditentukan oleh besarnya tingkat pendapatan petani dalam usaha tani, derajat kemiringan lahan dan besarnya luas lahan kering total milik seseorang petani Rumusnya yaitu Y1= 55,61+0,0000042X4+0,000046X5+0,98X8-21,49X10 3. Besarnya persen tumbuh tanaman 13 persennya ditentukan oleh besarnya derajat kemiringan lahan. Dalam persamaan dengan rumus Y2= 73,51+ 0,72 XB regresi, hubungan tersebut dapat ditulis 4. Besarnya peran serta petani dalam usaha penghijauan swadaya, terutama sangat ditentukan oleh besarnya keuntungan petani dalam usaha tani penghijauannya.

ABSTRACT Indonesia is an agrarian country in which the mayority of its people live from agriculture. In agricultural activity water and land are very important. The over use of land and water without considering the balance of natural resource condition, will lead to critical land, and unproductive and damaged land.The wrong technical planting and farming system will lead to erosion and critical land. This damage is beyond the knowledge of the rural people, but it is known at the national level, as an environmental problem. The evaluation's purpose of self-help regreening efforts in Gunturharjo village was intended to identify factors that influenced the success of self-help regreening, and to study the process of community participation in such self-help regreening efforts. Rural community participation in soil conservation and regreening were represented by two indicators: 1. the percentage of the land owned by a farmer which was regreened; and, 2. the percentage of plants surviving. Participation and decision-making in conservation efforts. are greatly influenced by several factors. These include: 1. Primary Deciding Factors a. personal characteristics of farmers; b. levels of income and physical land conditions; 2. Secondary Factors a. information sources; b. implementation strategy. Methods used for this study were evaluative research and sampling system known as "Stratified systematic unaligned sampling". Techniques of the analysis are coefficient correlation; multiple regression; and analysis of variance. The observation unit used was farmer's lands which included self help regreened land in Gunturharjo village. The following are the conclusions of the study. 1. Using the linier regression, the ratio between regreened up land overall upland area 49 percent is determined by the level of on farm income (with family labour not counted as a cost); 50 percent is determined by the level of on farm income (with family labour counted as cost); 36 percent is determined by the slope of the land and 35 percent by the total land holding of the farmer. 2. Using multiple regression, 95 percent of the ratio between upland area regreened and overall upland area is determined by the level of on farm income, the slope of the land, and the total land holdings of the farmer. The formula is as follows Y1:55,61+0,0000042x4+0,000046x5+0,12x8-21,49x10 (1) 3. Thirteen percent of plant growth percentage is determined by the slope of the land. The formula used for multiple regression was (2) Y2:73,51 + 0,72 XB 4. Level of farmer's participation on self-help regreening is determined by benefit of on farm income, middle and high farmer's income showed higher percentages of regreened land.

Kata Kunci : Usaha penghijauan, swadaya masyarakat, desa Gunturharjo

  1. S2-1988-1282-Abstract.pdf  
  2. S2-1988-1282-Bibliography.pdf  
  3. S2-1988-1282-TableofContent.pdf  
  4. S2-1988-1282-Title.pdf