Pemekaran kota dan permasalahannya di Kotamadya Padang Sumatera Barat
Bakaruddin, Prof.Drs. R. Bintarto
1986 | Tesis | S1 GEOGRAFIINTISARI Pemekaran kota yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perluasan kota yang merupakan salah satu kebijaksanaan Pemerintah Kotamadya Padang memperluas wilayah perkotaan untuk memenuhi kebutuhan warga kota akan ruang, sebagai akibat meningkatnya jumlah penduduk kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa jauh daya tarik penduduk baik dari Kotamadya Padang Lama maupun dari luar Kotamadya Padang Baru. Dengan demikian tekanan dalam penelitian ini adalah; (1) mengetahui faktor-faktor penarik daerah pemekaran terhadap perpindahan penduduk baik dari daerah Kotamadya Padang Lama maupun dari luar Kotamadya Padang Baru, Baru, (2) mengetahui persepsi penduduk Kotamadya Padang Lama terhadap daerah pemekaran, dan (3) mengetahui arah kecenderungan pemekaran kota di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel bel yang dibagi dalam dua tahap pertama, sampel area untuk membedakan daerah pemekaran dengan daerah Kotamadya Padang Lama; kedua, proportional random sampling. Sebagai sampel dalam penelitian ini dipilih 150 responden dari populasi yang berjumlah 1450 kepala keluarga pendatang yang tercatat secara resmi sebagai penduduk di daerah pemekaran. Penemuan-penemuan dalam penelitian secara ringkas dikemukakan sebagai berikut: Kondisi fisik daerah Kotamadya Padang mempengaruhi arah perkembangan kota. Perkembangan daerah Kotamadya Padang lebih mengarah ke utara dan timur laut, karena daerah tersebut merupakan dataran alluvial relatif datar. Faktor-faktor penarik yang memotivisir perpindahan penduduk ke daerah pemekaran adalah adanya fasilitas sosial dan ekonomi. Faktor-faktor ini menarik penpindahan penduduk baik dari daerah Kotamadya Padang Lama maupun dari luar Kotamadya Padang Baru. Fasilitas transportasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan motivasi perpindahan penduduk. Pendatang baru yang berpindah dari daerah Kotamadya Padang Lama ke daerah pemekaran sebagai daerah tujuan adalah lebih tertarik oleh kesehatan lingkungan (kenyamanan, keamanan, ketertiban dan kebersihan), sedangkan pendatang dari luar Kotamadya Padang Baru tertarik oleh faktor-faktor ekonomi (mendapatkan pekerjaan, dekat dengan tempat kerja dan mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi).
ABSTRACT The urban sprawl meant in this research is the urban extension that as policy of the Goverment of Padang Municipality to extent the urban area for supplying or fullfilling the needs of population for spaces, as the result of the increase of the population in Padang Municipality. The objectives of this research is to know how far the extension areas of Padang Municipality attract to the people moving from the old area of Padang Municipality as well as to this movement from the hinterland area or from the outside of the new area of Padang Municipality. Thus, the stressing in this research are; (1) to know the pull factors of the extension area to the population movement from the old area of Padang Municipality as well as from the hinterland area of the new area of Padang Municipality, (2) to know the perception of people in the old area of Padang Municipality about the area of urban sprawl, and (3) to know the direction tendency of the urban extension in the research area. The method that is used here is the Sampling Method which consists of two stages: first, the area sampling is used for different area extended from the old area of Padang Municipality; second, the Proportional Random Sampling. As the sample in this research, 150 respondents were chosen from 1450 populations of the head of households of the new in habitants, who were registered formally as the population in the extension area. The results of this research are as follows: The physical conditions of Padang Municipality influence to the direction of urban growth. This growth of Padang Municipality is more directed to the north and northeast, because those areas as the alluvial plains. The pull factors that motivated the population migration or movement to the extension are social and economic facilities. These factors influence the population movement from the old area of Padang Municipality as well as from the hinterland area. The transportation facility has significant correlation with the motivation to migrate of new inhabitants. The new inhabitants, who migrate from the old area of Padang Municipality to the extension area as their destination were more attracted by health environment (fitness, security, order and hygiene), while who came from the hinterland area of Padang Municipality were motivated by economic factors (getting employments or jobs, near in employments environment and to get higher income).
Kata Kunci : Pemekaran kota, Kotamadya Padang