Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi usia kawin muda

Algiers Rahim, Dr. Masri Singarimbun

1985 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab atau faktor-faktor yang mempengaruhi usia kawin muda di Teluk Jamber. Penelitian ini penting, disamping masih terbatas di Indonesia; tetapi juga mempunyai kegunaan praktis, yaitu dapat sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah atau pembuat kebijaksanaan lainnya dalam menyusun program-program yang berkaitan dengan masalah perkawinan dan usia kawin muda. Penelitian diadakan di Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Propinsi Jawa Barat dengan memilih 2 Desa sebagai lokasi penelitian yang ada dalam Kecamatan ini secara purposive sampling. Data-data dikumpulkan dengan wawancara terhadap 300 responden wanita yang pernah kawin sebagai responden utama dan 180 orang tua responden sebagai responden tambahan dengan menggunakan kuisener yang telah dipersiap kan sebelumnya. Hasil analisis dari penelitian ini mengungkapkan bahwa di Teluk Jambe kasus perkawinan muda masih cukup tinggi. Sebanyak 95 atau 31,7 persen wanita di Teluk Jambe yang berusia 10-24 tanun kawin pada umur 15 tahun kebawah. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa pola kehidupan yang masih tradisional, kemiskinan dan kekhawa-tiran anak gadis akan jadi perawan tua atau akan berbuat zinah merupakan faktor-raktor sosial-budaya, sosial-ekono-mi dan sosial-psikologi yang mempengaruhi sebab-sebab terjadinya perkawinan perkawinan dalam usia muda yang cukup tinggi di Teluk Jambe.

ABSTRACT This study aims at finding out causes or factors influencing age at young marriage in Teluk Jambe. In addition to its limited number, this study is important due to its practical use, that is, serving as an input to be considered by the government or other policy-makers in making programs related to marriage and age at young marriage. The study was carried out in Teluk Jambe subdistrict, Karawang regency, West Java province, by selecting two villages through purposive sampling as the study area in this subdistrict. Data were collected by interviewing 300 ever married women as the primary respondents, and 180 parents as secondary respondents using prepared questionnares. The analysis of this study reveals that in Teluk Jambe the rate of young marriage is still high. A sum of 95 or 31,7% of women in Teluk Jambe aged 10-24 get married at the age of 15 downward. Result of the study also indicate that the tradi-tional life pattern, poverty, and the anxiety of the fact that the girls will be old maids or do illegal sexual intercourse. Constitute socio-cultural, socio-economic, and socio-psychological factors influencing causes of the high rate of young marriages in Teluk Jambe.

Kata Kunci : Usia Kawin Muda,Penelitian,Penelitian,Usia Kawin Muda,Kependudukan

  1. S2-1985-416-Abstract.pdf  
  2. S2-1985-416-Bibliography.pdf  
  3. S2-1985-416-TableofContent.pdf  
  4. S2-1985-416-Title.pdf