Laju Infiltrasi pada berbagai karasteristik hutan DAS Sitelogo kec. Kajoran Kab. Magelang
Elna Multi Astuti, Drs. Soenarso Simoen
2000 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSalah satu sub model dalam model hidrologi DAS ialah model Tujuan penelitian ini ialah mengetahui model persamaan empiris kapasitas infiltrasi pada setiap lokasi yang mempunyai perbedaRn penggunaan lahan dalam setiap karakteristik hutan yang dibedakan atas keberadaan seresah, kervatan vegetasi, kedalaman perakaran, penebangan hutan, dan sifat fisik tanah (tekstur dan kadar air tanah awal). Penelitian ini dilakukan di DAS Sitelogo, Keearnatan Kajoran, Kabupaten Magelang. Pada setiap lokasi pengambilan sampel mempunyai tekstur tanah geluh berpasir dan geluh berlempung. Pengukuran infiltrasi menggunakan alzt double ring infiltrometer. Kapasitas infiltrasi ditentukan dengan menggunakan persamaan Horton. Analisis yang diguna.kan rnenggunakan analisis regresi untuk menentukan konstanta infiltrasi pada persamaan Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap karakteristik hutan yang dibedakan atas perbedaan keberadaan seresah, perbedaan kedalaman perakaran, perbedaan kerapatan vegetasi, dan keberadaan hutan yang disertai dengan tekstur tanah dan kadar air tanah awal akan menghasilkar persamaan ernpiris kapasitas infiltrasi, laju inffitrasi awal, infiltrasi konstan, dan konstanta infiltrasi yang berbeda-beda. Pada tekstur tanah geluirberpasir, laju infiltrasi awal tertinggi pada hutan alami fo = 417.9936 ernijam dan laju infiltrasi awal terendah pada hutan yang tidak terdapat seresah fo = 47.7707 ernijam, sedangkan laju infiltrasi konstan tedinggi pada hutan alami fc = 119.4268 emijam dan laju infiltrasi konstan terendah pada hutan kerapata.n sedang fc = 5.971338 emijam. Pada. tekstur tanah geluh berlempung, Iaju infiltrasi awal tertinggi pada hutan yang terdapat seresah fo = 238.8535 cm/jam da.n laju infiltra.si awal terendah pada hutan kerapatan rendah fo --- 35.82803 erwjam, sedangkan laju infiltrasi konstan tertinggi pada hutan yang terdapat seresah fc = 23.88535 emijam dan laju infiltrasi konstan terendah pada hutan kerapatan rendah fc = 5.971338 ernijam. Berdasarkan analisis statistik yang digunakan yartu metode uji t dan anova menghasilkan data bahwa setiap karakte-ristik hutan akan menghasilkan persamaan empiris kapasitas infiltrasi, laju infiltrasi avval, laju infiltrasi konstan, dan konstanta infilt•asi yang be•beda pula dengan tingkat kepereayaan di atas 99%, tetapi analisis statistik pada perbedaan kedalaman perakaran dengan tekstur tanah geluh berlempung menghasilkan data bahwa perbedaan kedalaman perakaran dengan tekstur tanah geluh berlempung mempengaruhi perbedaan laju infiltrasi tidak dapat diterima (ditolak) dengan tingkat kepereayaandi bawah 95%
-
Kata Kunci : Karakteristik hutan,Infiltrasi,Kajoran,Magelang,Jawa tengah