Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENANGANAN LIMBAH OKRA SEBAGAI PAKAN TERNAK MENDUKUNG PEREKONOMIAN PEDESAAN BERKELANJUTAN: STUDI DI DESA PELEM KECAMATAN JATI KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH

Mulyani Kusumawati, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA., IPU., ASEAN Eng. ; 4. Dr. Wagiman, S.T.P., M.Si.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora merupakan daerah kering pinggir hutan. Saat musim kemarau, usaha pertanian sulit dilakukan karena menggandalkan air hujan untuk budidaya tanaman. Laki-laki merantau ke kota menjadi pekerja bangunan, sedangkan perempuan di rumah. Pemberdayaan perempuan di pedesaan lahan kering khususnya ketika musim kemarau perlu dilakukan supaya petani tetap memiliki penghasilan. Okra merupakan tanaman yang tahan terhadap kekeringan, memiliki umur panen selama 6 bulan dan memiliki jaminan pasar yang dikelola oleh perusahaan. Perusahaan memiliki spesifikasi okra kualitas ekspor, dengan kebutuhan okra pertahun yaitu 4700 ton dan memiliki potensi limbah sebesar 25%. Okra memiliki antioksidan yang tinggi yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan pakan ternak dan menjadi nilai tambah pendapatan perempuan disana. Tujuan penelitian ini yaitu memberdayakan perempuan dalam peningkatan ekonomi pedesaan dengan pengolahan limbah okra sebagai bahan pakan ternak dan memberdayaakan perempuan dalam penanganan limbah okra sehingga dapat mengurangi cemaran lingkungan. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dan pendampingan, dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Perempuan di desa melakukan uji coba pembuatan silase limbah okra menjadi pakan ternak dengan komposisi limbah okra 40%, konsentrat 40?n rumput pakcong 20%. Pemberdayaan perempuan di Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora melalui program pendampingan dengan sistem kemitraan budidaya okra dapat menaikan penghasilan perempuan sebesar Rp.421.944 per bulan/ha dibandingkan budidaya jagung dan usaha pengolahan limbah okra menjadi bahan pakan ternak layak dilakukan karena memiliki nilai BCR 1,34, BEP di 2764 kg silase, dan PP 4 bulan. Sehingga usaha silase okra menaikan pendapatan perempuan sebanyak Rp.7.400.000/tahun. Melalui penanganan limbah okra menjadi bahan pakan ternak di Desa Pelem Kecamatan Jati Kabupaten Blora dapat mengubah beban lingkungan sebanyak 182.500 kg pertahun dengan menjadi sumber daya ekonomi.

Pelem Village, Jati Subdistrict, Blora Regency is a dryland area on forest fringe zone. During the dry season, farming is difficult because relies on rainwater for crop cultivation. Men move to the city to become construction workers, while women stay at home. Empowering women in dryland villages, especially during the dry season, needs to be done so farmers still have an income. Okra cultivation is resistant to drought, has a harvest age of 6 months and has a guaranteed market managed by private sector. The company has export quality okra specifications, with an annual okra requirement of 4700 tons and has a potential waste of 25%. Okra has high antioxidants that can be utilized as animal feed ingredients and become an added value to women's income there. The purpose of this research is to empower women in improving the rural economy by processing okra waste as feed ingredients and empowering women in handling okra waste to reduce environmental pollution. The methods used were counseling and mentoring, using qualitative and quantitative analysipakcong grass. Empowering women in Pelem Village, Jati Subdistrict, Blora Regency through a mentoring program using a partnership system for okra cultivation can increase women income by Rp.421,944 per month per hectare compared to corn cultivation. Additionally, processing okra waste into livestock feed is feasible because it has a BCR of 1.34, a BEP at 2,764 kg, and a payback period of 4 months. As a result, the okra silage enterprise contributes to an annual income increase of IDR 7,400,000 for women involved in the program. Through the processing of okra waste into livestock feed in Pelem Village, Jati Subdistrict, Blora Regency, an estimated 182,500 kg of environmental burden can be transformed annually into a valuable economic resource.

Kata Kunci : Pemberdayaan Pempuan, Limbah Okra, Pencemaran Lingkungan, Ekonomi Berkelanjutan

  1. S2-2025-489427-abstract.pdf  
  2. S2-2025-489427-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-489427-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-489427-title.pdf