Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat pedesaan dalam prona di desa Selokromo kecamatan Leksono kabupaten Daerah Tingkat II Wonosobo

Agus Hariadi, Prof. Dr.A.J. Suhardjo, M.A.

1997 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

ABSTRAK PRONA pada hakekatnya adalah program pembangunan pertanahan, ditujukan pada masyarakat golongan ekonomi lenah. Kabupaten Wonosobo adalah salah satu obyek PRONA di Propinsi Jawa Tengah yang mempunyai karakter fisik daerah pegunungan. Kondisi demikian tentunya akan berpengaruh pada dinamika kehidupan masyarakatnya. Berkait- an dengan isu pengentasan kemiskinan saat ini maka inter- vensi pembangunan yang sengaja diciptakan untuk memperce- pat pertumbuhan wilayah pedesaan merupakan fenomena mena- rik untuk dapat diteliti. Penelitian bertujuan mengukur partisipasi masyarakat pedesaan terhadap kebijaksanaan pembangunan pertanahan yang diimplementasikan dalam PRONA, menjelaskan determinan tingkat partisipasinya, melihat peranan PRONA beserta dampak yang ditimbulkan serta merumuskan hasil analisis untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan pembangunan. Metode yang dipergunakan adalah survei pada wilayah proyek, ditunjang dengan data lainnya yang berasal dari instansi terkait (data sekunder). Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner pada 96 sampel responden peserta PRONA secara acak dari sejumlah 750 peserta PRONA yang terdaftar. Penentuan besarnya sampel mengikuti syarat yang disarankan Arkin (1957) dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu dan biaya. Karena penelitian juga bersifat evaluasi proyek maka diperlukan kelompok kontrol dengan sampel sebanyak 40 responden di luar kelompok proyek sebagai pembanding. Untuk keperluan analisisnya dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masya- rakat pedesaan terhadap PRONA dalam kasus Desa Selokromo adalah cukup baik. Faktor-faktor yang menentukan tingkat partisipasinya meliputi pendidikan, luas penguasaan lahan, motivasi, bentuk penggunaan lahan dan aksesibilitas lahan- nya. Peranan PRONA dalam konteksnya dengan pembangunan dapat dibuktikan dari hasil evaluasinya. Tingkat keberha- silan PRONA di Desa Selokromo termasuk dalam kategori sedang. Implikasi yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah perlunya dipertimbangkan PRONA sebagai sarana mempercepat tercapainya tujuan pembangunan pertanahan di pedesaan. Sebagai langkah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pedesaan dalam PRONA perlu ditingkatkan nilai manfaat hasil program, kemampuan berpartisipasi dan diper- hatikannya penataan ruang daerah.

-

Kata Kunci : Partisipasi masyarakat,Leksono,Wonosobo,Jawa Tengah,Pertumbuhan Wilayah,Pengentasan Kemiskinan

  1. S1-1997-88536-abstract.pdf  
  2. S1-1997-88536-bibliography.pdf  
  3. S1-1997-88536-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1997-88536-title.pdf