Aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk penentuan prioritas rehabilitasi hutan (kasus wilayah hutan KPH Kendal Jawa Tengah)
Agung Tri Prasetyo, Dr. Totok Gunawan, M.S.
1994 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi untuk kajian potensi tegakan hutan. adalah Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Penentuan Prioritas Rehabilitasi Hutan (Kasus Wilayah Hutan KPH Kendal Jawa Tengah). Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data digital penginderaan jauh, pengamatan lapangan dan penerapan SIG. Data digital Landsat Thematic Mapper saluran merah (TM3) dan saluran inframerah dekat (TM4) digunakan sebagai dasar penerapan transformasi indeks vegetasi. Beberapa formula transformasi kelompok formula non empiris yang digunakan adalah Ratio Vegetation Index (RVI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Transformed Vegetation Index (TVI), dan Vegetation Index Faster (VIF). Formula yang menghasilkan citra dengan nilai koefisien korelasi dan koefisien determinasi tertinggi dari hubungan antara tingkat liputan kanopi dan nilai indeks vegetasi dipilih sebagai dasar penyusunan citra distribusi tingkat liputan kanopi vegetasi daerah peneli- tian. Secara luas, SIG dimanfaatkan untuk penanganan dan pengelolaan data kondisi hutan, meliputi data tingkat liputan kanopi, kepadatan bidang dasar, derajat kesempur- naan, dan kelas umur tegakan yang dipakai untuk penentuan prioritas rehabilitasi hutan daerah penelitian berdasarkan penggolongan yang dikembangkan oleh Soesilotomo dan Soena- rya (1991). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat dengan bentuk hubungan positif antara tingkat liputan kanopi dan nilai indeks vegetasi citra tertransformasi indeks vegetasi. Koefisien korelasi dan koefisien determinasi tertinggi diperoleh dari hubungan antara nilai indeks vegetasi citra NDVI dan tingkat liputan kanopi daerah penelitian, yaitu r=0,94 dan r2=0,87. Penerapan persamaan garis regresi Power Law antara Y (nilai indeks vegetasi) dan X (tingkat liputan kanopi) menghasilkan persamaan Y = 0,373 0,676. Hasil penilaian menunjukkan bahwa daerah penelitian yang mempun- yai luas 5000 hektar terbagi menjadi tiga prioritas rehabilitasi hutan, yaitu prioritas rehabilitasi hutan I, memiliki luas wilayah 498,91 hektar dan ciri-ciri tegakan jarang tidak merata dengan tingkat liputan kanopi <10 %; prioritas rehabilitasi hutan II, memiliki luas wilayah 62,51 hektar dan kondisi tegakan rapat dengan tingkat liputan kanopi 40 - 79 %; dan prioritas rehabilitasi hutan III, memiliki luas wilayah 4320,47 hektar dan kon- disi tegakan jarang merata dengan tingkat liputan kanopi 10 39 %.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh, Sistem informasi geografi