Laporkan Masalah

Perbandingan HTB 9Hierarchical Token Bucket) dan CBQ (Class Based Queuing) untuk mengatur Bandwidth menggunakan Linux

PANGERA, Abas Ali, Drs. Jazi Eko Istiyanto, M.Sc.,Ph.D

2004 | Tesis | S2 Ilmu Komputer

Manajemen bandwidth menjadi hal yang mutlak diperlukan bagi jaringan multi layanan, semakin banyak dan bervariasinya aplikasi yang dapat dilayani oleh suatu jaringan berpengaruh pada penggunaan link dalam jaringan tersebut. Link-link yang ada harus mampu menangani kebutuhan user akan aplikasi tesebut bahkan dalam keadaan kongesti sekalipun, harus ada suatu jaminan bahwa link tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya walaupun terjadi ledakan permintaan aplikasi. Manajemen bandwidth memegang perananan penting dalam mengatur jenis aplikasi yang bisa mengakses link yang ada selain itu manajemen bandwidth mampu memberikan garansi kepada aplikasi yang mendapat alokasi bandwidth untuk terus mengirimkan data sesuai dengan alokasinya sekalipun terjadi kemacetan dalam jaringan bahkan dalam keadaan tertentu ketika alokasi bandwidth yang dimiliki oleh suatu aplikasi/layanan tidak digunakan maka oleh Bandwidth Manager alokasi bandwidth yang idle tersebut dapat dialihkan sementara waktu kepada kelas yang sedang mengalami backlog/timbunan antrian, hal ini memberikan keuntungan mempercepat hilangnya backlog suatu kelas sekaligus mengoptimalkan penggunaan link yang ada. Class Based Queuing (CBQ) dan Hierarchical Token Bucket (HTB) sebagai implementator manajemen bandwidth yang tersedia secara gratis dan dapat dijalankan diatas platform sistem Operasi LINUX merupakan Bandwidth Manager yang layak dianalisa keunggulan dan kelemahannya, diharapkan penggunaannya yang tepat dan akurat akan membuat jaringan yang menerapkan Bandwidth Manager ini bekerja secara optimal. kata kunci : Bandwidth Manager, CBQ, HTB, link sharing

Bandwidth management absolutely is needed for multiservice network, variant applications which can be served influence to the use of link in that network. Links must be able to handle user need even in congestion condition. It must be a guarantee that link still be alive properly eventhough network experiences heavy request services. Bandwidth management holds important role in order to manage kind of application which can access remain link beside that it can give us warrant to application which has bandwidth allocation to keep sending data although there is congestion in network. Moreover in particular situation, if other application does not use their bandwidth allocation, Bandwidth Manager will shift that idle bandwidth to class which is experiencing backlog. The benefit is not only reducing the packet queue but also optimalizing the use of link. Class Based Queuing (CBQ) and Hierarchical Token Bucket (HTB), as Bandwidth Manager, which can be got freely and can be used over Linux platform are suitable to analyze the pros and cons. It is expected that Bandwidth Manager can be implemented accurately and appropriately so that network will work optimally. keyword : Bandwidth Manager, CBQ, HTB, link sharing

Kata Kunci : Komputer, Manajemen Bandwidth, Linux, CBQ dan HTB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.