Pengaruh Ukuran Piksel Citra Multispektral Terhadap Perhitungan Panjang Objek Garis Pantai
Al Ma'Had Yumna Tafriansyah, Prof. Muhammad Kamal, S.Si., M.GIS., Ph.D.
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Pengukuran panjang garis pantai
merupakan aspek penting dalam perencanaan wilayah pesisir dan pengelolaan
sumber daya kelautan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
ukuran piksel citra multispektral terhadap hasil perhitungan panjang objek
garis pantai. Citra yang
digunakan meliputi Landsat 8 (30 m), Sentinel-2 (10 m), dan PlanetScope (3 m).
Proses ekstraksi garis pantai dilakukan menggunakan indeks air Normalized
Difference Water Index (NDWI) untuk memisahkan objek perairan dan daratan.
Hasil ekstraksi kemudian dikonversi menjadi data vektor dan dihitung panjangnya
menggunakan analisis spasial di QGIS. Penelitian dilakukan di pesisir Kabupaten
Trenggalek dan Tulungagung, Jawa Timur, dengan panjang garis pantai acuan
sebesar 209 km berdasarkan data Badan Informasi Geospasial (BIG). Hasil
penelitian menunjukkan adanya variasi panjang garis pantai akibat perbedaan
resolusi spasial citra, yaitu 261 km pada Landsat 8, 297 km pada Sentinel-2,
dan 310 km pada PlanetScope. Jika dibandingkan dengan data acuan BIG, panjang
garis pantai hasil ekstraksi menunjukkan selisih sebesar 24,88% untuk Landsat
8, 42,10% untuk Sentinel-2, dan 48,33% untuk PlanetScope. Peningkatan resolusi
spasial citra menyebabkan hasil garis pantai menjadi lebih kompleks dan
panjang, sedangkan citra beresolusi rendah menghasilkan bentuk garis pantai
yang lebih sederhana. Temuan ini sejalan dengan fenomena coastline paradox yang
menyebutkan bahwa semakin detail skala yang digunakan untuk mengukur panjang
garis pantai, semakin panjang pula garis pantai yang dihasilkan.
The measurement of
coastline length is an essential aspect of coastal spatial planning and marine
resource management. This study aims to analyze the influence of multispectral
image pixel size on the calculation results of coastline length. The satellite
images used in this study include Landsat 8 (30 m), Sentinel-2 (10 m), and
PlanetScope (3 m). Coastline extraction was conducted using the Normalized
Difference Water Index (NDWI) to separate water and land features. The
extracted results were then converted into vector data and their lengths were
calculated using spatial analysis in QGIS. The study area covers the coastal
regions of Trenggalek and Tulungagung Regencies, East Java, with a reference
coastline length of 209 km based on data from the Geospatial Information Agency
(BIG). The results show variations in coastline length due to differences in
spatial resolution, namely 261 km for Landsat 8, 297 km for Sentinel-2, and 310
km for PlanetScope. Compared to the BIG reference data, the extracted coastlines
show deviations of 24.88% for Landsat 8, 42.10% for Sentinel-2, and 48.33% for
PlanetScope. Higher spatial resolution imagery produces more complex and longer
coastlines, while lower-resolution imagery yields smoother and simpler
representations. These findings are consistent with the coastline paradox,
which states that the finer the measurement scale, the longer the coastline
obtained.
Kata Kunci : Penginderaan Jauh, Garis Pantai, Ukuran Piksel, Pasang Surut, NDWI, Resolusi Spasial, PlanetScope, Sentinel-2, Landsat 8,Remote Sensing, Coasline, Pixel Size, Tidal NDWI, Spatial Resolution, PlanetScope, Sentinel-2, Landsat 8