Pemanfaatan pekerja anak di propinsi Jawa Barat analisa data kor : Survei sosial ekonomi nasional 1995
Indah Puji Rahayu, Drs. Sukamdi, M.Sc
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANJawa Barat merupakan salah satu propinsi yang mempunyai jumlah angkatan kerja anak usia 10-14 tahun terbanyak di Indonesia. Penelitian Pemanfaatan Pekerja Anak di Propinsi Jawa Barat Analisis Data Kor Survei Sosial Ekonomi Nasional 1995 ini bertujuan untuk mengetahui (1) perkembangan struktur ketenagakerjaan anak tahun 1971-1990 dan perkembangan angkatan kerja anak antar wilayah (2) penyerapan peketja anak dan (3) pemanfaatan pekerja anak. Analisis dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik Jakarta, berupa data mentah SUSENAS 1995 (Kor). Data pembanding untuk melihat perkernbangan struldur ketenagakerjaan anak berdasarkan konsep kegiatan utama dengan menggunakan data sekunder publikasi SP 1971, SP 1980, SP 1990 dan data sekunder yang terkait lainnya. Data mentah yang digunakan meliputi 43.148 reeord penduduk usia 10-14 tahun. Analisis dilakukan dengan tabel silang dan deskripsi, analisis statistik korelasi tata jenjang, korelasi product moment, kai kuadrat, analisis mecrn tab serta analisis varianee untuk membuktikan hipotesis. Hasil penelitian rnenunjukkan bahwa tenaga kerja anak Jawa Barat masih mengalami peningkatan selama dua dekade terakhir. Hal ini tidak lepas dari kondisi demografis Jawa Barat dengan jumlah penduduk besar, laju pertumbuhan masih tinggi dan tingkat kelahiran juga masih tinggi. Angkatan kerja anak di kota mengalami peningkatan cukup drastis, sedang di desa menurun. Terdapat indikasi bahwa beban tanggung jawab ekonomi laki-laki lebih besar daripada perempuan dari adanya peningkatan angkatan kerja laki-laki yang jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan.Terdapat juga variasi perkembangan angkatan kerja anak antar wilayah Dati II dan Wilayah Pembangunan . Walaupun struktur ketenagakerjaan di Jawa Barat telah didominasi oleh sektor jasa, akan tetapi struktur ketenagakerjaan anak yang dilihat dari penyerapannya menurut sektor tidak mencenninkan struktur ketenagakerjaan secara umum. Performansi struktur ketenagakerjaan Jawa Barat secara umum tercermin pada performansi penyerapan pekerja anak di daerah perkotaan. Di daerah pedesaan sebagian besar pekerja anak terserap pada sektor pertanian, disusul oleh sektor jasa dan sisanya terserap pada sektor industri. Sementara itu pekerja anak di perkotaan sebagian besar terserap di sektor jasa dan sisanya berturut-turut bekerja di sektor industri dan sektor pertanian_ Sektor infonnal lebih mudah dimasukt baik di desa maupun di kota. Sebagian besar mereka adalah pekerja keluarga. Pada analisis tingkat mikro terbukti bahwa tempat tinggal, faktor demografi, sosial dan ekonomi juga menyebabkan perbedaan penyerapan dan pemanfaatan pekerja anak menurut sektor dan status pekerjaan. Lebih dari 50 persen pekerja anak di pedesaan bekerja kurang dari 24 jam perminggunya. Pada daerah perkotaan, hampir 60 persen pekerja anaknya mencurahkan waktu lebih dari 24 jam per minggu untuk bekerja. Rata-rata jam kerja peketja anak menunjukkan variasi menurut tempat tinggal desa-kota, antar Wilayah Pernbangunan dan Dati II, kondisi demografi dan ekonomi serta secara sektoral dan menurut status pekerjaan.
-
Kata Kunci : Pekerja anak,ekonomi nasional,Jawa Barat