Sentra industri knalpot di kelurahan Purbalingga Lor kecamatan Purbalingga kabupaten Purbalingga
Imam Soepriyadi, Drs. Ig. Sugiman, M.S.
1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPermasalahan yang selalu melekat pada industri kecil antara lain modal usaha yang kecil, bahan baku yang langka dan sulitnya pemasaran hasil produksi. Kesulitan mendapatkan drum minyak sebagai bahan baku knalpot merupakan ancaman bagi industri knalpot berskala kecil, seperti halnya industri knalpot di daerah penelitian ini. Bertitik tolak dari masalah tersebut maka peneliti berusaha mengupas keberadaan Sentra industri knalpot di Kelurahan Purbalingga Lor Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : 1) karakteristik pengusaha industri knalpot, 2) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi knalpot, 3) pendapatan pengusaha dari industri knalpot. Metode penelitian yang digunakan yaitu; `studi kasus'. Macam data yang digunakan yaitu data prit. ner dan data sekunder. Pengambilan data primer menggunakan metode sensus melalui wawancara langsung kepada responden menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan, pengusaha industri knalpot merupakan responden penelitian ini; data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisa data menggunakan statistik deskriptif, regresi berganda dan korelasi `Product Moment Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata pendidikan formal yang pernah diraih responden : sebagian besar (72,5%) berhasil menamatkan Sekolah Dasar, dan dari segi penguasaan ketrampilan, sebagian besar (55%) ternyata mendapatkan ketrampilan membuat knalpot melalui usaha sendiri. Dari segi lama usaha, ternyata ditemukan usaha industri knalpot yang baru berdiri < 10 tahun jumlahnya mencapai 45%, dicirikan dengan model produksi yang bervariasi dan hanya 5% yang usahanya telah berdiri > 30 tahun , ini dicirikan dengan model produksi yang kurang bervariasi. Dari segi pemilikan modal usaha, semua modal usaha berasal dari harta pribadi. Dari segi jumlah pemilikan modal ternyata sebagian besar pengusaha (23 orang) bermodal kecil (rata-rata Rp. 20.837.100,00). Dalam hal pemilikan sarana transportasi, temyata rata-rata setiap rumah tangga mempunyai sepeda sebagai sarana transportasi yang memperlancar proses produksi; di samping untuk keperluan sehari-hari. Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi, menunjukkan bahwa faktor bahan baku, modal dan tenaga kerja secara signifikan berpengaruh terhadap produksi dengan masing-masing koefisien regresi; 1,4918; 1,4851; dan 0,9781. Faktor bahan bakar dan bahan tambahan dapat dikatakan tidak berpengaruh terhadap produksi, hasil perhitungan menunjukkan kedua faktor tersebut berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Dengan R2 =0,9624 menunjukkan korelasi yang kuat dari semua faktor-faktor pokok terhadap produksi. Bahan baku merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi. Hal ini disebabkan jumlah produksi ditentukan oleh jumlah bahan baku yang digunakan dalam produksi. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya korelasi pcisitif (r=0,67499) antara modal usaha dengan pendapatan dari usaha industri knalpot. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar modal yang digunakan maka semakin tinggi pendapatan yang akan diperoleh dari usaha industri knalpot.
-
Kata Kunci : Industri knalpot,Purbalingga,Jawa Tengah