KONTRIBUSI KAYU JATI BERDIAMETER KECIL TERHADAP PENDAPATAN PERHUTANI (Studi Kasus di Perum Perhutani KPH Pemalang)
Teguh Winarno, Ir. H. Siswantoyo Dipodiningrat, M.S.
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengelolaan hutan dengan asas kelestarian harus selalu rnernperhatikan keseimbangan antara aspek profitabilitas, sustainabilitas, dan prosperitas. Pelaksanaan prinsip prosperity approach oleh Perum Perhutani sampai saat ini rnasih terkesan setengah hati dan hanya terbatas pada sisi pembinaan hutan saja. Masyarakat sekitar hutan rnasih belum mendapat kesempatan secara luas untuk turut menikmati hasil hutan. Dalam kegiatan penebangan, hampir semua kayu yang dihasilkannya diambil oleh Perhutani (sampai diameter minimal 4 cm), sehingga masyarakat sekitar hutan yang sebenamya juga memerlukan kayu baik untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun untuk memperoleh tambahan pengahasilan hanya bisa melihat kayu-kayu tersebut dibawa keluar hutan tanpa bisa turut mernanfaatkannya. Sebagai akibatnya maka masyarakat terpaksa mencuri kayu dari hutan???? sehingga merugikan Perhutani sebagai pengelola hutan. Penelitian ini berusaha untuk rnengetahui kontribusi kayu berdiameter keci1 ( diameter 4 - 13 cm) terhadap pendapatan total KPH Pemalang sebagai satu unit perusahaan dan untuk mengetahui harga pokok kayu berdiameter kecil tersebut. Perhitungan kontribusi kayu berdiameter kecil terhadap pendapatan KPH Pemalang dilakukan dengan membandingkan antara pendapatan KPH dari hasil penjualan kayu berdiameter kecil terhadap pendapatan totalnya. Pendapatan dari kayu berdiameter kecil dihitung dengan membandingkan antara kuantitas kayu berdiameter kecil yang terjual dengan kuantitas kayu sortimen A.;.. yang terjual dikalikan de:!1.gan pendapatan KPH dari kayu sortimen AI. Dengan asumsi bahwa produk-produk yang dihasilkan merupakan produk bersama yang dibebani biaya produksi, perhitungan harga pokok produk dilakukan dengan menggunakan indek harga tanpa memperhitungkan time value of money. Biaya-biaya yang merupakan biaya bersama dialokasikan dengan menggunakan metode biaya rata-rata per satuan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kayu berdiameter 4 cm sebesar 0,03 %, kayu berdiameter 7 cm 0,435 %, kayu berdiameter 10 cm 3,82 %, kayu berdiameter 13 cm sebesar 4,18 % dan kayu bakar sebesar 0,57 % dari pendapatan KPH Pemalang. Dari besamya kontribusi tersebut dapat disimpulkan bahwa kayu berdiameter kecil, terutama kayu bakar dan kayu berdiameter 4 dan 7 cm tidak mempunyai cukup arti bagi Perhutani sehingga sebaiknya diberikan kepada masyarakat, karena bagi rnasyarakat bisa jadi hal itu akan rnernberi arti yang besar bagi peningkatan pendapatan mereka.
Kata Kunci : Kayu Jati, Diameter Kecil, Pendapatan, Perhutani