Laporkan Masalah

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI BKPH GOMBONG SELATAN KPH KEDU SELATAN

Eko Budi Wiyono, Ir. Djuwadi, M.S.

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

INTISARI Pengelolaan hutan tiap petak dapat berbeda-beda dari wilayah satu ke wilayah lainnya, sesuai dengan permasalahan intensitas ekonomi, tekanan penduduk terhadap. kawasan hutan, kesuburan tanah, topografi, dan potensi ekonomi suatu petak dari wilayah yang bersangkutan. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah evaluasi pelaksanaan program perhutanan sosial. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui manfaat perhutanan sosial bagi masyarakat, khususnya tingkat pendapatan masyarakat peserta program. Metode penelitian yang digunakan adalah 1'netode survei. Pengambilan data primer didasarkan pad.a metode random sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dari jumlah anggota KTH sebanyak 90 orang. Evaluasi pelaksanaan dinilai melalui model rancangan yang digunakan, lokasi, sumber dana, jadwal pelaksanaan, dan kebijaksanaan di sekitar program. Sedangkan manfaat dari program perhutanan sosial dapat dinilai melalui penyerapan tenaga ketja, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dampak terhadap pendapatan, dan dinamika KTH. Lokasi penelitian di Desa Buayan, petak 23 A RPH Redisari, BKPH Gombong Selatan, KPH Kedu Selatan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelaksanaan program perhutanan sosial kurang mampu mengakomodasi problem lokal yang ada pada daerah bersangkutan. Hal ini ditunjukkan pada: Pertama, rancangan yang digunakan belum sesuai dengan problem yang dihadapi daerah bersangkutan, yaitu kerusakan hutan yang disebabkan oleh pencurian kayu, kepadatan penduduk, defisit lahan, dan kebutuhan kayu bakar. Kedua, aliran dana yang diharapkan dapat membantu pesanggem dalam mengolah lahan belum betjalan sesuai harapan. Artinya biaya pengolahan lahan yang menjadi hak pesanggem belum diterima. Ketiga, kebijaksanaan yang berkaitan dengan proyek masih bersifat top down sehingga antara kepentingan masyarakat dengan kepentingan Perhutani belum mencapai kesepakatan, dan Keentpat, Belum adanya usaha-usaha produktif yang dikembangkan oleh anggota KTH untuk menambah penghasilannya. Keberadaan program perhutanan sosial telah memberikan manfaat baik langsung maupun tidak langsung. Manfaat langsung berupa peningkatan pendapatan masyarakat peserta program sebesar 34,6 % dari total seluruh pendapatan. Sedangkan manfaat tidak langsung adalah penurunan pengangguran tak kentara dari masyarakat Buayan sekitar 8,01 % dan terbentuknya KTH yang mempunyai dampak di luar kegiatan proyek yaitu tetjadinya komunikasi antar pesanggem itu sendiri maupun antar pesanggem dengan masyarakat sekitar.

Kata Kunci : Program, Perhutanaan Sosial

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf