Laporkan Masalah

Disparitas Spasial Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Pulau Jawa Tahun 2023

Maska Septafiya Angesti, Dr. Wiwik Puji Mulyani, S.Si., M.Si.

2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kesetaraan gender dalam pembangunan menjadi perhatian utama dalam upaya pemerintah provinsi-provinsi di Pulau Jawa untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Akan tetapi, ketimpangan dari nilai Indeks Pembangunan Gender antar kabupaten/kota di Pulau Jawa masih menjadi tantangan yang sulit untuk diselesaikan. Ketidakmerataan ini bisa mencerminkan adanya perbedaan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan peluang ekonomi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui disparitas spasial Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Pulau Jawa pada tahun 2023; (2) mengetahui variabel yang memengaruhi Indeks Pembangunan Gender (IPG) secara signifikan di Pulau Jawa pada tahun 2023.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis data sekunder yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis yang digunakan dalam penelitian Disparitas Spasial Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Pulau Jawa Tahun 2023 dibagi menjadi dua yaitu analisis komparatif spasial dan analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Gender (IPG) menurut kabupaten/kota di Pulau Jawa pada tahun 2023 memiliki nilai yang cukup bervariasi yang mengindikasi terjadinya disparitas spasial pembangunan gender yang nyata antar wilayah kabupaten/kota di Pulau Jawa. Selain itu, diperoleh bahwa konsentrasi wilayah dengan IPG rendah umumnya berada di daerah pinggiran seperti pesisir utara dan pesisir selatan Pulau Jawa, sedangkan wilayah dengan IPG tinggi berada di pusat provinsi yang umumnya merupakan kawasan pusat perekonomian ataupun pusat pemerintahan. Variabel pendidikan merupakan variabel yang berpengaruh paling signifikan terhadap Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Pulau Jawa pada tahun 2023. Nilai beta variabel pendidikan pada hasil regresi menunjukkan nilai yang paling besar dibandingkan dengan variabel lainnya yaitu sebesar 0,463 dan menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu variabel pendidikan akan meningkatkan IPG sebesar 0,463.

Gender equality in development has become a major concern in the efforts of provincial governments across the Java Island to achieve inclusive and sustainable development goals. However, the disparities of the Gender Development Index (GDI) values across regencies and cities in Java remain a significant challenge to overcome. These inequalities may reflect differences in access to education, healthcare services, and economic opportunities between regions. This study aims to: (1) identify the spatial disparities of the Gender Development Index (GDI) in Java in 2023; (2) determine the factors that significantly influence the Gender Development Index (GDI) in Java in 2023.

This research was conducted by using a quantitative approach through the analysis of secondary data obtained from the publications of the Badan Pusat Statistik (BPS). The analysis employed in the study of Spatial Disparities in the Gender Development Index (GDI) in Java in 2023 is divided into two categories: spatial comparative analysis and multiple linear regression analysis.

The results of the study show that the Gender Development Index (GDI) across regencies/cities in Java in 2023 has quite varied values, indicating a significant spatial disparity in gender development between regions. Furthermore, it was found that areas with low GDI are generally located in peripheral regions such as the north and south coasts of Java, while areas with high GDI are concentrated in the provincial centers, which are typically the center of economic activity or government administration. Education is the most significant variable influencing the Gender Development Index (GDI) in Java in 2023. The beta value of the education variable in the regression model results shows the largest coefficient compared to other variables, at 0.463, indicating that each unit increase in education will raise the GDI by 0.463.

Kata Kunci : Indeks Pembangunan Gender, Disparitas Spasial, Regresi / Gender Development Index, Spatial Disparity, Regression

  1. S1-2025-479462-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479462-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479462-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479462-title.pdf