Laporkan Masalah

Peranan wanita dalam pengambilan keputusan rumah tangga pada masyarakat Minangkabau yang sedang mengalami perubahan sosial di Kecamatan Kuranji Kotamadya Padang Propinsi Sumatera Barat

Etna Estelita, Dr. Irwan Abdullah

1999 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Masyarakat Minangkabau adalah masyarakat yang menjalani kehidupan dengan sistem matrilineal. Dalam sistem ini, keturunan menurut garis ibu, perkawinan harus dilakukan dengan suku (clan) lain dan ibu memegang peranan sentral dalam pendidikan, pengaman kekayaan dan kesejahteraan keluarga dalam rumah gadang. Dalam rumah gadang (extended family) kesejahteraan anggota rumah tangga merupakan tanggung jawab mamak (saudara laki-laki ibu). Suami tidak berhak mencampuri rumah tangga isteri. Isteri lebih dominan dibandingkan suaminya dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Ajaran adat tersebut telah mengalami perubahan. Peran mamak semakin melonggar, sedangkan peran suami semakin meningkat. Keadaan ini terjadi karena ada kecenderungan bergesernya kehidupan dari extended family kepada nuclear family, Akibat terjadinya perubahan tersebut tidak mustahil akan membuat peranan wanita/isteri menjadi lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengambilan keputusan rumah tangga pada masyarakat Minangkabau, untuk melihat bagaimana peranan wanita dalam pengambilan keputusan rumah tangga pada masyarakat Minangkabau, serta mengetahui faktor-faktor yang menentukan peranan wanita dalam pengambilan keputusan rumah tangga pada masyarakat Minangkabau. Responden yang dipilih untuk dijadikan kasus adalah wanita yang berstatus kawin (baik suami maupun isteri kawin pertama), mempunyai anak dan sudah ada yang sekolah, menggunakan alat kontrasepsi, baik suami maupun isteri keduanya berasal dari Minangkabau. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Korong Gadang dan kelurahan Kuranji kecamatan Kuranji kotamadya Padang, dengan jumlah sampel sebanyak 235 orang yang diambil dari populasi sebanyak 611 orang. Sebagian besar pengambilan keputusan di bidang reproduksi dan pengasuhan anak masih dilakukan oleh isteri. Sementara kerjasama suami dan isteri dalam pengambilan keputusan cukup tinggi pada bidang pengeluaran rumah tangga dan kegiatan sosial. Di kalangan keluarga isteri yang bekerja, isteri tampak lebih berperan sebagai pengambil keputusan rumah tangga dibandingkan isteri yang tidak bekerja. Faktor-faktor yang menentukan peranan wanita dalam pengambilan keputusan rumah tangga adalah pendidikan isteri, pendapatan isteri, pendapatan rumah tangga, usia kawin pertama isteri, selisih umur suami dan isteri. Kekayaan yang dibawa untuk berumah tangga dan jumlah anak dalam keluarga tidak memperlihatkan hubungan yang bermakna dengan pengambilan keputusan wanita/isteri. Kata kunci: Peranan wanita, Pengambilan keputusan, Perubahan sosial, Minangkabau.

ABSTRACT Minangkabau is a society that performs a life in matrilineal kinship system. In this system, transcendence according to mother line, marriage must be conducted with other ethnic (clan), and the mother plays a central role in education, asset safety and family prosperity in rumah gadang. In the rumah gadang (extended family), the prosperity of household members is responsibility of mamak (mother's brothers). Husband has not right to deal with the wife household. The wife is more dominant than her husband in decision making of household is. The custom teaching has experienced changes in mamak role that is wider, while the husband's role is higher. It occurs because there is tendency to move life from extended family to nuclear family. As result of the changes, it is not impossible to make wife's role weak. This study is aimed to research about the pattern design of decision making in household Minangkabau society, the women role of decision making in household and the factors due to women role of decision making in household. The research methodology was used a quantitative method and was supported by a qualitative method. The qualitative research completed the data collected from qualitative research. The respondents that were selected in this case study were women the first marriage, had child at school age, the couple who used contraception, Minangkabau ethnic. The research was held in Korong Gadang and Kuranji Villages, sub-district of Kuranji- Padang Municipality, with total 235 respondents taken from population of 611 persons. Wife holds the most of decision making in reproduction and childcare. But the decision making by wife and husband is held on household's expense and social activities. Among the household the wives who worked, they have more role as decision making in household than the wives who do not work do. The factors that influenced women's role of decision making in household are wife's education, wife's income, household's income, the wife's age at the first marriage, and the difference between husband and wife's age. But the wealth of inheritance and the numbers of the children do not have the significant closest relation with the decision making by women/wives. Key words: Social change, Minangkabau, Women's role, Decision-making

Kata Kunci : Peranan wanita, Pengambilan keputusan, Perubahan sosial, Minangkabau

  1. S2-1999-9531-abstract.pdf  
  2. S2-1999-9531-bibliography.pdf  
  3. S2-1999-9531-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1999-9531-title.pdf