PENGARUH MACAM DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN PERBANYAKAN TANAMAN Morus shima DENGAN CARA KULTUR JARINGAN
Ahmad Rokhim, Prof. Dr. Ir. Suhardi, M.Sc.; 2. Ir. W.W. Winarni, M.P.
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANTanaman M shima merupakan jenis murbei yang didatangkan dari Jepang dengan beberapa kelebihan, antara lain produksi dan nilai gizi daunnya tinggi serta disukai ulat sutera. Sampai saat ini perbanyakan tanaman ini masih mengalami kesulitan, terutama terbatasnya pohon induk. Sehingga perlu dilakukan penelitian perbanyakan tanaman ini dengan teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan teknik kultur jaringan M shima pada tahap induksi kalus, induksi tunas, dan induksi akar, serta berapa konsentrasi zat pengatur tumbuh yang paling baik digunakan untuk masing-masing tahap. Pada penelitian ini bahan yang digunakan sebagai sumber eksplan adalah tunas aksiler M shima, dengan jenis media Murashige dan Skoog (MS). Penelitian terbagi dalam tiga tahap dengan jenis rancangan percobaan c;ompletely Randomized Design (CRD). Tahap pertama .:.dalah tahap induksi kalus dengan perlakuan 6 konsentrasi IBA, yang meliputi 4, 6, 8, 10, 12, dan 14 ppm. Tahap kedua adalah tahap induksi tunas dengan perlakuan kombinasi NAA 1 ppm dengan BAP 1, 2, 3, dan 4 ppm. Sedangkan pada tahap induksi akar, perlakuan yang digunakan adalah kombinasi NAA 1 ppm dengan IBA 1 dan 2 ppm. Masing-masing perlakuan pada semua tahap 10 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap induksi kalus perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap rata-rata diameter kalus. Semakin tinggi konsentrasi IBA yang digunakan sampai pada konsentrasi 14 ppm ada kecenderungan bahwa semakin tinggi konsentrasi IBA maka semakin besar diameter kalus yang terbentuk. Rata-rata diamater kalus terbesar dihasilkan oleh perlakuan konsentrasi IBA 14 ppm, yaitu 13,8 mm, sedangkan ratarata diameter kalus terkecil dihasilkan oleh perlakuan konsentrasi IBA 4 ppm. Tahap induksi tunas pada penelitian ini belum mampu menumbuhkan tunas seperti yang diinginkan. Sedangkan pada tahap induksi akar perlakuan yang diberikan memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap rata-rata jumlah akar, dan tidak berbeda nyata terhadap panjang akar. Kombinasi NAA 1 ppm + IBA 2 ppm mampu menghasilkan rata-ratajumlah akar yang lebih banyak, yaitu 49,9 buah dengan panjang rata-rata 1,2 cm. Sedangkan perlakuan NA.A 1 ppm + IBA 1 ppm dapat menghasilkan rata-rata jumlah akar 38 buah dengan panjang rata-rata 0,97 cm.
lvf. shima is one of muiberry variety come from Japan with a number of a good characteristics, namely high in leaves production and nutritive value, and being favored by silk worm. Plant propagation of M shirna however still have many problems, one of the problem is mother trees being limited in amount. Propagation of this plant by tissue culture therefore is needed. This experiment was aimed to know the better method of tissue culture in every stage such as callus induction, shoot induction, root induction, and to find out the best growth regulator concentration on every stage. Sources explant come from axillary shoot of M shirna, and lvfurashige and Skoog (MS) as growth medium. This research divide into tree steps and used Completely Randomized Design (CRD). First step is callus induction by 6 different IBA concentration, there were 4, 6, 8, 10, 12 and 14 ppm. Second step is shoot induction by combined ofNAA 1 ppm and BAP 1, 2, 3, and 4 ppm. The last step is root induction and the treatment using combination NAA 1 ppm and IBA I and 2 ppm. Replication every stage are ten times. The result showed that in callus induction the treatment produced very significant response to the callus diameter. Callus diameter fonr1ed bigger size by increasing of the IBA concentration. The biggest callus diameter average produced by the treatment of 14 ppm IBA concentration, there were 13,8 mm and smallest callus diameter average produced from concentration of IBA 4 ppm. Shoot induction in this research can not produced yet. Root induction produced significant on number of root and no significant on long of roots. Combination of NAA 1 ppm and IBA 2 ppm can produce bigger number of roots greatly, there were 49,9 roots and long average 1,2 cm. Combination treatment ofNAA I ppm and IBA 1 ppm can produce roots average number 38 roots and long average 0,97 cm.
Kata Kunci : Konsentrasi, Zat Pengatur Tumbuh, Morus shima, Kultur Jaringan