OPTIMASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN (Studi Kasus di Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang)
Ari Wisnu Broto, Dr. Ir. Agus Setyarso, MSc
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANLatar belakang penelitian ini adalah karena pekarangan rata-rata 18% dari jumlah seluruh lahan pertanian di Jawa Tengah(Dephut Jateng,1986 ), dan merupakan penyumbang pendapatan petani antara 4-44%, dengan tenaga kerja sekitar 7%, dan beaya sekitar 15% dari pendapatan kotor, Apabila dibandngkan dengan sawah yang memerlukan beaya sekitar 55% dari pendapatan kotor maka pekarangan lebih efisien.Penelitian ini bertujuan untuk : l) mengetahui bagian optimal dari pekarangan dengan komoditas tertentu. 2) bahan pembanding dengan penelitian pekarangan yang lain. Lokasi penelitian di Desa Senden, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Prosedur penelitian meliputi pengambilan data ( primer dan sekunder ), penghitungan pendapatan dari pekarangan tiap keluarga dalam bentuk nilai sekarang (Present value). Sampel keluarga yang diambil 40 orang keluarga dari 660 keluarga. Model analisis yang digunakan adalah Program Linier dengan memaksimalkan pendapatan bersih (NPV) dari masing-masing komoditas terhadap kendala lahan, pupuk kandang, modal dan tenaga ke1ja. Hasil penelitian berupa komoditas yang dapat diajukan sebagai komoditas optimal. Komposisi komoditas optimal untuk luas lahan rata-rata l ha adalah : kelapa 0,5 ha atau 50%, rambutan 0,49 ha atau 49% dan temak 0,002 ha atau 0,2%. Pada pekarangan tanpa temak dapat diajukan komoditas kelapa 0,5 ha dan rambutan 0,5 ha atau masing-masing 50%. Sedangkan pada lahan sempit rata-rata 0,0444 ha komoditas yang diajukan adalah kelapa 0,0311 ha dan rambutan 0,0133 ha atau 69,98% dan 29,95%. Peningkatan keuntungan bersih terdiskon apabila melakukan pola optimal adalah sebeesar 74250,2 /tahun atau 31,68%. Sedangkan peningkatan pendapatan tanpa ternak sebesar 31, 66%. Pada lahan sempit 0,0444 ha peningkatan keuntungan sebesar 38.29%.Pada dasamya peningkatan keuntungan tersebut dapat lebih besar dengan mengintensifkan penggunaan sumber daya yang tidak habis terpakai (kendala tidak aktif). Kendala aktif dapat meningkatkan pendapatan dengan menambah penggunaannya, akan meningkat secara proporsional. Variasi komoditas dapat ditambah di luar komoditas optimal yang diajukan asalkan dipilih biaya oportunitas paling minimal.
Kata Kunci : pekarangan, endapatan bersih, komoditas optimal