Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi peternak dalam membangun bio-manure unit dan dampaknya terhadap penghematan rumah tangga, pertumbuhan rumput gajah serta usaha konservasi air di wilayah Cepogo Kabupaten Boyolali

Hari Soeseno Hardjoloekito, Dr. S. Djalal Tandjung, M.Sc.

1997 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi peternak dalam membangun Bio-Ma- nure Unit (BIMU); dampak pemanfaatan BIMU terhadap penghema- tan rumah tangga; pengaruh pemanfaatan BIMU terhadap penurunan tingkat pencemaran oleh kotoran ternak; pengaruh pemberian slury terhadap : kandungan hara tanah, pertumbuhan rumput gajah, kadar klorophyl dan kadar protein kasar pada daun dan batang tanaman rumput gajah, serta usaha konservasi air. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik sampling dan uji laboratorium. Jumlah sampel peternak yang membangun BIMU sebanyak 40 yang dipilih secara acak, dan tetangga yang dikum- tidak membangun BIMU sebanyak 40. Data sosio-ekonomi pulkan dengan wawancara langsung dengan responden, dan kualitas air, kualitas tanah, kadar klorophyl dan kadar protein kasar dilakukan uji laboratorium. Data sosio-ekonomi dianalisis dengan uji Chi-Quadrat, korelasi dan regresi berganda dengan program Microstat dan SPSS, data laboratori- um dianalisis secara kualitatif dan dengan analisa varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan peternak terhadap Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap motivasi peternak dalam membangun BIMU. Pembangunan BIMU tidak ber- pengaruh secara nyata terhadap penghematan pupuk, pemakaian air dan produksi air susu sapi, dan berpengaruh secara nyata terhadap penghematan kayu bakar, waktu memasak serta perbai- kan kualitas kandang ternak. Hasil uji di lapangan menunjuk- kan bahwa BIMU berpengaruh terhadap penurunan tingkat pence- dalam oleh kotoran ternak dan peningkatan kadar hara tanah. Pemanfaatan slury sebagai pupuk tanaman tidak berpen- garuh secara nyata terhadap kadar klrophyl a dan klorophyl b pada daun, namun berpengaruh secara nyata terhadap produksi berat basah tanaman, kadar protein kasar pada batang dan daun tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum). Pembangunan BIMU yang dilakukan juga berpengaruh secara terhadap usaha konservasi air oleh peternak. Kata Kunci: slury, protein kasar, konservasi air.

ABSTRACT The purpose of this research is to identify factors which build the motivation of the cattlemen influence Bio-Manure Unit (BIMU), the impacts of BIMU to economical household, the decrease of of dirty level by cattle dirth, the mineral of soil, Pennisetum purpureum growth, standard of chlorophyl and standard of crude protein on leaf and stem of Pennisetum purpureum plant, and the water conservation. The research have done employing sampling technique and laboratory test. Total number of cattlemen sample who build BIMU 40 was wich are takes randomly, and neighbor who did not build BIMU was also 40. Data of socio-economy is collected by direct interview with respondent, and data of water quality, soil quality, number contain of chlorophyl and number contain of crude protein were determined at the laboratory. Data of socio-economy is analyzed by Chi-Quadrat test, correlation and double regresion with Microstat and SPSS program, and laboratory data is analyzed by qualitatifly and with analysis of varians. The result of the recearch have showed that perception of cattlemen to Institute for Rural Technology Development are factor that more significant than cattlemen motivation in building BIMU. Obviously, the development of BIMU is not significant to economize dung, comsumption of water and cow-milk production, and be significant to economize of firewood, cooking time also renovation of catlle stable. The result test in the field have showed that BIMU is significant to the increase of volume mineral soil on the ground. Obviously, the slury as plant dung is not significant to the chlorophyl a and chlorophyl b volume contain on leaf, but still obviously significant to the production of heavy wet of plant, and the volume contain of crude protein on leaf and stem in Pennisetum purpureum plant. Obviously, development of BIMU which have done also significant to the effort of water conservation by cattlemen. Keywords: Slury, Crude protein, Water conservation

Kata Kunci : slury, protein kasar, konservasi air

  1. S2-1997-6627-abstract.pdf  
  2. S2-1997-6627-bibliography.pdf  
  3. S2-1997-6627-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1997-6627-title.pdf