Laporkan Masalah

ANALISIS MANFAAT PROGRAM KEHUTANAN SOSIAL ( Studi Kasus di RPH Banyurip, BKPH Tangen, KPH Surakarta )

KRISTANTI , Prof. Dr. Ir. H. Hasanu Simon

2000 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

BKPH Tangen merupakan salah satu contoh wilayah Perum Perhutani yang sudah lama dalam keadaan tidak produktif. Berbagai usaha pembuatan tanaman dalam rangka pembangunan hutan kembali telah dilakukan, namun belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Salah satu upaya pembangunan hutan adalah program kehutanan sosial yang meliputi perhutanan sosial (PS) dan Management Regime (MR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab kegagalan pembangunan hutan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan yang berkaitan dengan pembangunan hutan. Untuk memenuhi tujuan tersebut dilakukan pengumpulan data-data dan menganalisisnya secara diskriptif kualitatif. Data didapatkati dari wawancara dengan responden di Dusun Terso dan dari Kantor BKPH Tangen serta Kantor Pemda setempat. Kegagalan pembangunan hutan dianalisis dengan menelusuri sejarah pengelolaan hutan, hasil risalah dan kelas hutan sebelum dilakukan penanaman kembali, dan kenyataan-kenyataan yang dapat dihimpun selama penelitian. Kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan ditunjukkan dengan uraian tentang jumlah penduduk, pola penggunaan lahan, pemilikan ternak, kebutuhan kayu bakar dan hijauan makanan temak, serta taraf hidup masyarakat setempat. Hasil penelitian memberikan informasi bahwa kegagalan pembuatan tanaman di BKPH Tangen lebih disebabkan karena kondisi lapangan yang memang sudah kritis, tekanan penduduk terhadap kawasan hutan tinggi, keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar hutan sangat miskin, dan sistem pengelolaan hutan tidak memperhitungkan masalah sosial di sekitarnya. Program kehutanan sosial memberikan kontribusi rata-rata sebesar 29,3% (Rp 130.867,-/orang/tahun). Kebutuhan hijauan makanan ternak sebesar 7.577.400 kg/tahun dapat terpenuhi dari MR sebesar 7.609.375 kg/tahun. Sementara produktivitas kayu bakar sebesar 4,2 m3/ha/tahun mampu memenuhi kebutuhan sebesar 1 .

BKPH Tangen is an example of Perum Perhutani area that have been unproductive condition for long ago. There were many way on forest plantation, but the result did not satisfy. Social forestry programme is one of forest development means , involve PS and :MR. The object of this research is reach out the reasons of forest development failure and social economic forest dwellers that interlaced with forest development. To fulfil the object, datas gathering was applied and analysed them in qualitative description. The datas are from interview with respondent in Terso, also from BKPH Tangen and local government office. The failure of forest development was analysed by trajectory the forest management history, forest land inventore and even age forest before replantation were applied, and the facts be able to gathered in research. The condition of social economic forest dwellers is indicated by characteristic of total inhabitant, land use, animal hasboundary, needs for animal feeds and firewood, and life standart of local people. The result of this showed that the failure of forest plantation in BKPH Tangen are caused by land physical condition, local people pressure on land so high, poverty, and less attention of social economic problem. Based on the research give result is contributing on equally input value was 29,3% (Rp 130.867,-/person/year). Animal feeds need was 7.577.400 kg/year be able to fulfilled by :MR (7.609.375 kg/year). While the firewood productivity was 4,2 m3/ha/year be able to fulfil local firewood need (1.023, 168 m3/year).

Kata Kunci : Kehutanan Sosial, Manfaat

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliography.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf