Laporkan Masalah

Mobilitas ilegal orang Sasak ke Malaysia Barat: proses dan dampaknya bagi daerah asal

Abdul Haris, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra

1997 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Penelitian ini merupakan upaya mengkaji mobilitas tenaga kerja ilegal, khususnya yang dilakukan oleh orang Sasak asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Malaysia Barat. Lokasi penelitian dilakukan di kecamatan Masbagik, kabupaten Lombok Timur. Adapun tujuan penlitian ini adalah sebagai berikut: Pertama, mempelajari mengapa jalur ilegal berkembang menjadi salah satu alternatif migrasi interna- sional yang dilakukan oleh orang Sasak; kedua, mempelajari dampak mobilitas yang dilakukan tersebut terhadap daerah asal; dan ketiga, mempelajari berbagai proses migrasi yang menyebabkan besarnya arus mobilitas ilegal orang Sasak ke Malaysia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah participant observation. Adapun analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, tabel frekuensi tunggal, tabel silang dan interpretasi dilakukan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat aspek-aspek yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya mobilitas ilegal orang Sasak, seperti aspek-aspek pendidi- kan, umur, status kawin, pemilikan lahan, birokrasi dan biaya migrasi yangharus dibayarkan. Di samping itu, temuan hasil penelitian memperlihatkan kesesuaian dengan teori interdepensi dari Lohrmann (1989) dan "Genaral System Theory" dari Mabogunje (1979). Mobilitas tenaga kerja ilegal orang Sasak asal Nusa Tenggara barat sebagian besar dilakukan oleh kelompok usia produktif 15-39 tahun, yaitu sebesar 83 persen dan didominasi oleh kelompok laki-laki. Kecuali itu, juga dapat diplihat bahwa sebagian besar pelaku mobilitas ilegal orang Sasak memiliki latar pendidikan relatif rendah (rata-rata SD ke bawah). Membaiknya aksesibitas wilayah, seperti membaiknya jaringan transportasi dan jaringan komunikasi yang dapat memperlancar arus informasi memiliki pengaruh cukup besar di dalam meningkatkan volume dan frekuensi migrasi orang Sasak. Penelitian yang dilakukan terhadap mobilitas ilegal orang Sasak ke Malaysia difokuskan pada proses dan dampaknya bagi migran dan daerah asal. Hal penting yang dapat dilihat dalam proses mobilitas yang dilakukan orang Sasak adalah besarnya peran taikong atau calo yang secar sosiologis mendapat legitimasi dari masyarakat asal pelaku mobili- tas. Jaringan kerja yang dibangun oleh taikong atau calo dengan dua cara pendekatan. Pertama, dengan pendekatan tidak langsung melalui pengaruh keluarga: dan kedua dengan pendekatan langsung kepada calon migran potensial. Remitan merupakan salah satu aspek penting yang dihasilkan dari aktivitas migrasi orang Sasak. Remitan memiliki dampak penting terutama pada dua hal yang dapat dilihat dalam dua kategori, yaitu dampak material yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdaganagan di daerah asal, dan dampak immaterial yang terlihat pada terjadinya perahan-perubahan dalam hubungan-hubungan gender, terjadinyatransformasi sosial-kultural dan terjadinya peningkatan aspirasi dan etos kerja pelaku mobilitas. Kecuali meninggalkan dampak positif terhadap daerah asal, aktivitas migrasi yang dilakukan orang Sasak juga meninggalkan dampak negatif berupa hilangnya tenaga-tenaga kerja produktif di daerah asal, khususnya di sektor pertanian. Hal ini pada gilirannya mengakibatkan menurunnya tingkat produktivitas pertanian.

ABSTRACT This study deals with the Sasakness illegal workers migration to the West Malaysia, especially on the migration process and its impact for the origin country. The study is carried out at the Masbagik sub-district, East Lombok regency, West Nusa Tenggara. The aims of the study are (1) to study why the process is an alternative in international migration process from West Nusa Tenggara to Malaysia and (2) to study the labor mobility impact to the origin area, including the impact for the migrants' family and themselves. Survey and participant observation are employed in this study. The data is analyzed by using descriptive analysis, one way tabulation, cross-tabulation and interpretation method. The result of the study shows that dominant aspects which are influencial to the illegal migration, are education, age, marital status, land holding, bereaucracy, and the cost of migration. The study also shows that there is some conformity in the theory of "Independence Theory" of Lohrmann (1989) and the "General System Theory" of Mabogunje (1970) with the findings. The Sasakness illegal workers mobility from West Nusa Tenggara are mostly the productive age (15-39) about 83.2 percent and dominant male. The mobility performers of the Sasakness mostly also has low educational background (mostly secondary school). The region accessibility, such as transportation facilities, road condition, opening region (village custom), and information accessibility have strong influenced, both in volume and frequencies of the Sasakness mobility. The study shows also the process of the Sasakness illegal mobility from West Nusa Tenggara to Malaysia have been supported by strong network of the Calos and Taikongs which is getting social legitimation at the origin. The network operates in two ways, indirect and direct. Indirect approaches is to make use of the family's role, while direct approach is to offer work opportunity to the potential migrants. Remittance is one of the important aspects of the migration activity of the Sasakness. It has a wide impact to the Sasakness life activities. Consisting, two main aspects; e.g. material impact, such as the growth of the economic and trading activities and another is non-material impact, alike changes of the gender relations, socio-cultural transformation and the increase of the migrants aspiration and their work ethos. Beside the positive impact of the high migration flows, that activity also leave a negative impact at the origin. A big number of productive labor force are missing which directly affects farm productivity.

Kata Kunci : Dampak mobilitas ilegal, orang Sasak, Malaysia Barat

  1. S2-1997-5791-abstract.pdf  
  2. S2-1997-5791-bibliography.pdf  
  3. S2-1997-5791-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1997-5791-title.pdf