Laporkan Masalah

Permintaan Cabai Rawit di Kabpuaten Gunungkidul

Fu'Ad Nurrahman, Anung Pranyoto, S.P., M.P.; Arini Wahyu utami, S.P., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki cita rasa sangat pedas dan sesuai dengan karakteristik masakan khas Indonesia, sehingga tingkat konsumsinya relatif tinggi. Konsumsi cabai rawit mencerminkan tingkat permintaan masyarakat terhadap komoditas tersebut yang dipengaruhi oleh perubahan harga, pendapatan, dan preferensi konsumen: (1) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit per kapita di Kabupaten Gunungkidul, (2) menganailis elastisitas permintaan cabai rawit per kapitaa di Kabupaten Gunungkidul. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling di Kabupaten Gunungkidul. Metode dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan data Susenas periode maret 2023. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan metode Robust Least Square untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan elastisitas permintaan cabai rawit di Kabupaten Gunungkidul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya harga cabai rawit, hargaa bawang merah, dan pendapatan per kapita, maka akan meningkatkan permintan cabai rawit per kapita di Kabupaten Gunungkidul. Sementara itu, cabai rawit termasuk komoditas barang inelastis jika ditinjau dari elastisitas harganya, elastisitas silang menunjukkan bawang merah merupakan barang substitusi parsial dari cabai rawit, serta cabai rawit merupakan barang normal jika ditinjau dari elastisitas pendapatannya. Saran dari penelitian ini adalah: (1) diperlukan upaya stabilisasi harga melalui peningkatan efisiensi distribusi dan penguatan ketersediaan stok di pasar. Di sisi produksi, pemerintah daerah dapat mendorong peningkatan produktivitas petani cabai rawit melalui penyediaan sarana produksi dan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, serta melindungi konsumen dari dampak fluktuasi harga yang berlebihan, (2) peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan data panel atau time series agar dapat memberikan gambaran yang lebih dinamis mengenai pola permintaan cabai rawit dari waktu ke waktu. Pendekatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap fluktuasi harga, pola konsumsi musiman, serta respons konsumen terhadap perubahan variabel-variabel ekonomi secara temporal sehingga hasil penelitian lebih mendalam.

Cayenne pepper is one of the horticultural commodities that has a very spicy taste and is in accordance with the characteristics of typical Indonesian cuisine, so the consumption level is relatively high. Cayenne pepper consumption reflects the level of public demand for this commodity which is influenced by changes in prices, income, and consumer preferences: (1) analyzing the factors that influence the demand for cayenne peppers per capita in Gunungkidul Regency, (2) analyzing the elasticity of demand for cayenne peppers per capita in Gunungkidul Regency. The research location was determined by a purposive sampling method in Gunungkidul Regency. The basic method used in this study is descriptive analysis using Susenas data for the March 2023 period. Data were analyzed using multiple linear regression analysis with the Robust Least Square method to determine the factors that influence the demand and elasticity of demand for cayenne peppers in Gunungkidul Regency. The results of the study indicate that the increasing price of cayenne peppers, shallots, and per capita income will increase the demand for cayenne peppers per capita in Gunungkidul Regency. Meanwhile, cayenne pepper is an inelastic commodity when viewed from its price elasticity, cross elasticity shows that shallots are a partial substitute for cayenne pepper, and cayenne pepper is a normal good when viewed from its income elasticity. Suggestions from this study are: (1) efforts are needed to stabilize prices by increasing distribution efficiency and strengthening stock availability in the market. On the production side, local governments can encourage increased productivity of cayenne pepper farmers by providing production facilities and continuous technical assistance. This step is expected to maintain a balance between supply and demand, and protect consumers from the impact of excessive price fluctuations, (2) further, researchers are advised to use panel or time series data to provide a more dynamic picture of the demand pattern for cayenne pepper over time. This approach can provide a deeper understanding of price fluctuations, seasonal consumption patterns, and consumer responses to changes in economic variables temporally, so that research results are more in-depth.

Kata Kunci : cabai rawit, permintaan, elasatisitas, Susenas.

  1. S1-2025-476950-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476950-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476950-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476950-title.pdf