Pekerja wanita pelaku mobilitas sirkuler pada industri kerajinan kayu di desa Tegalalang kecamatan Tegalalang kabupaten Gianyar Propinsi Bali (Determinan, proses dan pendapatan)
I Dewa Ayu Dewi Ratna Diani Bandjar, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Dra. Kistini, M.S.
1999 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANenelitian yang berjudul 'Pekerja Wanita Pelaku Mobilitas Sirkuler pada Industri Kerajinan Kayu di Desa Tegalalang Kecarnatan Tegalalang Kabupaten Gianyar Propinsi Bali (Determinan, proses, dan pendapatan)' bertujuan untuk rnengetahui faktor determinan yang menyebabkan mereka bekerja pada industri kerajinan kayu di Desa Tegalalang serta karakteristik pekerja wanita pelak-u mobilitas sirk-uler meliputi demografi, sosial dan ekonomi. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan faktor-faktor yang rnempengaruhi besarnya perolehan pendapatan. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode pengarnbilan sampel `Systematic Random Sampling' dengan jumlah respon.den 102 orang. Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis tabel frekuensi, tabel tab-ulasi silang dan Kai Kuadrat. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keter-tarikan pertarna kali bekerja pada industri kerajinan kayu karena pengusaha meraberikan fasilitas akan kebutuhan sehari-hari terutarn.a kons-urnsi dan akomodasi, disamping itu pada industri iuu belum pernah ada PHK sehingga hal tersebut menimbulkan rasa arnan cli hati para pekerja. Selain itu keberadaan aka_n pekerja pelaku mobilitas terdahulu merupakan faktor penting yang membuat mereka memilih dan bertahan pada industri kerajinan kayu. Melihat proses mobilitas maka telah terjadi migrasi berantai pada pekerja wanita pelaku mobilitas sirkuler pada industri kerajinan kayu. Inforrnasi tentang pekerjaan dan kondisi pekerjaan diperoleh dari pekerja yang terdahulu, baik itu saudara atau teman satu desa (97%). K-urangnya kesempatan kerja di daerah asal (68,8%) merupakan salah satu faktor yang menyebabkan perginya pekerja wanita pelaku mobilitas dari daerah asal ke Desa Tegalalang, selain itu bekerja di sawah sebagai btu-uh tani, tid.ak lagi dirninati oleh para pekerja wanita tersebut (26,5%). Rendahnya upah pada industri kerajinan kayu sementara jam kerja cukup tinggi bukan penghalang bagi mereka asalkan dapat bekerja secara rutin tanpa memikirkan kehilangan pekerjaan dan berpenghasilan tetap serta terdapat rasa kekeluargaan. Wala-upun demikian pekerja wanita pelaku mobilitas sirkuler berusaha terus -untuk meningkatkan pendapatan melalui pe_ningkatan ketrampilan, larna kerja dan jam kerja. Terdapat perbedaan penerimaan pendapatan menurut ketrarapilan, lama bekerja (signifikan pada tingkat kesalahan 1%), dan curahan jam kerja (signifikan pada tingkat kesalahan 1%) termasuk jam kerja lemb-ur (sig-nifikan pada tingkat kesalahan 5%).
-
Kata Kunci : Pekerja wanita.mobilitas sirkiler,Industri kerjainan kayu,Gianyar,Bali