Laporkan Masalah

Penggunaan foto udara untuk pemantauan keselarasan pemanfaatan lahan terhadap rencana umum tata ruang kodia Salatiga tahun 1991 - 2010

Hidayat Suherlan, Drs. Goenadi; Drs. Zuharnen, M.S.

1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Kotamadya Salatiga merupakan salah satu Daerah Tingkat II di wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah, secara historis merupakan kota yang tumbuh dan berkembang dari daerah perkebunan (I Made Sandy, 1983). Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Salatiga dalam upaya menata dan mengembangkan kota tersebut untuk menciptakan perkembangan kota yang serasi dan tertib, menyusun suatu rencana kota, yakni Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kotamadya Salatiga Tahun 1991-2010. Kenyataannya meskipun Kotamadya Salatiga telah mempunyai RUTRK yang telah disahkan berdasarkan Peraturan Daerah Tingkat II Kotamadya Salatiga Nomor: 12 Tahun 1991, namum ternyata di daerah tersebut masih banyak dijumpai praktek penyimpangan pemanfaatan lahanya. Bertolak dari masalah tersebut, tujuan penelitian ini selain untuk menyajikan informasi pemanfaatan lahan baik sebelum maupun sesudah tersusunnya RUTRK, terutama adalah menilai Keselarasan Pemanfaatan Lahan Terhadap RUTRK yang telah disusun. Tersedianya foto udara multi-waktu, yakni foto udara yang berskala 1:5.500 (1983) dan 1:50.000 (1993) yang diperbesar menjadi 1:10.000 merupakan sarana atau sumber informasi pemanfaatan lahan. Cara pengumpulan datanya, yakni dengan menggunakan metoda gabungan antara teknik interpretasi foto udara dan pekerjaan lapangan. Teknik interpretasi foto udara dilakukan untuk memperoleh data pemanfaatan lahan tahun 1983 dan 1993. Adapun pekerjaan lapangan tahun 1995 dilakukan utamanya untuk mencocokan dan sekaligus melengkapi hasil interpretasi foto udara tahun 1993, agar diperoleh data yang dapat mencerminkan keadaan pemanfaatan lahan tahun 1995, selain itu adalah untuk memperoleh informasi lain yang diperlukan dalam kaitannya dengan penelitian. Untuk memperoleh informasi keselarasan pemanfaatan lahan terhadap RUTRK yang telah ditetapkan secara keruangan digunakan teknik analisis tumpangsusun peta, yakni tumpangsusun antara peta pemanfaatan lahan dengan peta RUTRK yang telah disusun. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, berupa informasi pemanfaatan lahan tahun 1983 dan dan tahun 1995 serta keselarasannya terhadap RUTRK yang telah disusun dengan persentase masing-masing kategori sebagai berikut: 50,28% selaras, 48,25% belum selaras dan 3,47% tidak selaras. Tujuan kedua dari penelitian ini adalah mencari dan menentukan alternatif untuk mencegah dan mengatasi masalah kesenjangan antara pemanfaatan lahan terhadap RUTRK yang telah disusun. Adapun beberapa alternatif tersebut adalah sebagai berikut: (1) penyuluhan, (2) publikasi, (3) pemantauan pemanfaatan lahan, (4) pembebasan tanah, (5) Ruislaag dan (6) revisi RUTRK.

-

Kata Kunci : Pemanfaatan lahan,Keselarasan lahan,Tata ruang kota, Salatiga,Jawa Tengah

  1. S1-1996-Hidayat_Suherlan-abstract.PDF  
  2. S1-1996-Hidayat_Suherlan-bibliography.PDF  
  3. S1-1996-Hidayat_Suherlan-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1996-Hidayat_Suherlan-title.PDF