Kajian pola persebaran permukiman: di Kabupaten Klaten Propinsi Jawa Tengah
Agus Dwi Martono, Prof.Drs. H.R. Bintarto
1995 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Tulisan ini mengungkap hasil kajian pola persebaran permukiman, yang mencakup variasi, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman. Tujuan utama penelitian mempelajari perbedaan pola persebaran permukiman antar daerah yang memiliki topografi berbeda, dan mempelajari pengaruh faktor-faktor sosial-ekonomi penduduk terhadap pola persebaran permukiman pada setiap wilayah dengan topografi berbeda. Penelitian dilaksanakan di kabupaten Klaten yang terdiri dari 401 desa, menggunakan metode analisis data sekunder. Analisis data mengguna- kan statistik baik uji "t", analisis varians, dan korelasi regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa daerah Kabupaten Klaten ter- diri dari tiga wilayah topografis, yakni lereng gunung api Merapi, dataran rendah, dan perbukitan. Namun demikian topografi tersebut tidak berpengaruh terhadap perbedaan pola persebaran permukiman. Walaupun rerata nilai pola persebaran permukiman di wilayah perbukitan (0,959) lebih rendah dari pada di daerah dataran (1,035) maupun lereng gunungapi (1,058), tetapi tidak memiliki perbedaan yang nyata. Faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap variasi pola persebaran permukiman, berbeda antar daerah topografi. Di daerah lereng gunungapi, dua faktor kepadatan penduduk dan proporsi luas lahan sawah, berpengaruh kuat terhadap pola persebaran permukiman. Namun faktor yang paling berpengaruh di daerah ini adalah kepadatan penduduk. Di daerah topografi datar dan daerah perbukitan, rasio pekarangan per desa paling berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman. Faktor lain yang cukup berpengaruh terhadap pola persebaran permukiman di kedua daerah ini, adalah proporsi luas lahan sawah. Pola persebaran permukiman di daerah kabupaten Klaten secara umum, dipengaruhi oleh rasio pekarangan per desa, kepadatan penduduk, dan kepadatan jalan. Dengan demikian dapat dinyatakan semakin tinggi rasio pekarangan per desa di suatu desa, maka semakin mengelompok pola perse- baran dusun di desa tersebut. Semakin tinggi kepadatan penduduk di suatu desa, maka semakin menyebar pola persebaran dusun di desa tersebut. Semakin tinggi kepadatan jalan di suatu desa, maka semakin mengelompok pola persebaran dusun di desa tersebut. Pola persebaran permukiman di daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan wilayah tinggi, lebih mengelom- pok dari pada di daerah yang memiliki tingkat pertumbuhan rendah. persebaran permukiman antar satuan wilayah pembangunan (SWP) di daerah Pola Kabupaten Klaten tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata. Kata Kunci: Pola persebaran permukiman; Faktor fisik; Faktor sosial ekonomi.
ABSTRACT This study aims at studying the spatial distribution patterns of settlement, including their variations and respective influencing fac- tors. The ultimate objectives are studying variation of distribution patterns of setlement, and the influence of socio-economic factors to the existing distribution patterns of settlement under varying topo- graphic areas. The study is conducted in Klaten District, covering 401 villages. A survey method is secondary data analysis. Data is analized statistically using T test, variance analysis, correlation and multiple regression. The research shows that there is no significant differences in distribution patterns of setllement between the Merapi volcanic slope, the lowland and the hilly zone. Physical factors are not significantly influencing the distribution patterns of settlement in various topo- graphic zones. A neglegible difference in the index distribution pattern of settlement can be observed. Hilly zone of the district reveals an index of 0.959, lower than those in the volcanic slope (1.035) and in the low land (1.058). Distribution patterns of settlement in various topographic zones are determined by different sets of socio-economic factors. In the volcanic zone two factors i.e. population density and the portion of sawah area are strongly influencing the distribution patterns of settle- ment. In this zone population density contributes more than the 'sawah area. Whereas in the low land areas ratio of garden and village dictates the distribution patterns of settlement. Other factors such as popula- tion density, road density, and utilities are less significantly influ- encing settlement patterns in the low land areas. The same relation between settlement pattern and ratio of garden and village is also abvious in the distribution patterns of settlement in the hilly area. In general distribution patterns of settlement in the district are controlled by housing density, population density and road density. The lower housing densities the more dispersed the distribution of hamlets. The same relation applies to population density with the distribution of settlement patterns. The higher road density the more clustered is the distribution patterns of settlement. A more clustered distribution patterns of settlement can be observed in the fast growing areas, rather than the opposite. No differences in distribution patterns of settlement can be observed among development unit areas (DUA) in the district. Key words: Distribution patterns of settlement; Related physical factor; Related socio-economic factor
Kata Kunci : Pola persebaran permukiman; Faktor fisik; Faktor sosial ekonomi