Laporkan Masalah

Konservasi tanah dan produktivitas lahan perkebunan karet: Studi kasus di kebun Merbuh, PTPN IX (Persero) Kabupaten Daerah Tingkat II Kendal Jawa Tengah

Sunarko, Prof.Dr. Karmono M., M.Sc.

1999 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Kajian konservasi dan produktivitas lahan perkebun- an karet ini merupakan studi kasus di Kebun Merbuh PTPN IX (Persero), Kecamatan Singorojo Kabupaten Daerah Ting- kat II Kendal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya erosi permukaan yang terjadi dan perlakuan konservasi tanah yang telah dilaksanakan, serta mempela- jari hubungan antara tingkat erosi dengan konservasi dan produktivitas lahan perkebunan karet. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan pendekatan satuan lahan sebagai satuan pemetaan. Satuan lahan diperoleh dengan cara tumpang susun dari peta kemiringan lereng dan peta penggunaan lahan, masing-masing dengan skala 1: 25.000. Untuk menilai tingkat bahaya erosi dilakukan pengamatan, pengukuran dan penilaian terhadap faktor-faktor bahaya erosi pada setiap satuan lahan. Hasil pendugaan besar erosi permukaan didapatkan besar erosi potensial (Ep R.K.LS) dan erosi aktual (A = R.K.LS.CP) di daerah penelitian. erosi potensial antara 353,59 sampai 11.976,28 ton/hektar/tahun, sedangkan erosi aktual antara 3,71 sampai 407,19 ton/hektar/tahun. Di daerah penelitian terdapat empat tingkat bahaya erosi, yaitu sangat ringan (SR) meliputi satuan lahan IA; ringan (R) meliputi satuan lahan IB; sedang (S) meliputi satuan lahan IC, IIA, IIB, IIIA, IIIB, IVA dan IVB; berat (B) meliputi satuan lahan IIC, IIIC dan IVC. Usaha-usaha konservasi yang telah dilakukan belum optimal dan harus dioptimalkan dengan mempertimbangkan tingkat bahaya erosi. Urutan prioritas konservasi tanah adalah pada satuan lahan IIIC, IVC, IIC, IIIB, IIIA, IC, IVB, IIB, IVA, IIA, IB dan IA. Pengelolaan lahan perkebunan karet, di samping dengan peningkatan produktivitas tanaman, konservasi tanah diperlukan untuk pelestarian produktivitas lahan.

ABSTRACT This study of soil conservation and land productivity of rubber plantation is a case study in Kebun Merbuh PTPN IX (Persero), Sub District Singorojo Regency Kendal. This research was conducted to find out the degree of surface erosion and the management of soil conservation which has been conducted, as well as to study the relation between the degree of erosion with soil conservation and the land productivity of rubber plantation. The research method used is survey method with land unit approach as a mapping unit. The land unit is gained by overlaying the slope map and the land use map with the scale of 1: 25.000 each. Observation, measurement and evaluation towards the factors of erosion hazard in each land unit were carried out to determine the degree of erosion hazard. The vary of erosion susceptibility is between 353,59 and 11.976,26 ton/hectar/year, while the surface erosion hazard varies from 3,71 to 407,19 ton/hectar/year. In In the research area there are four classes of erosion, they are very low which includes IA land unit; low covering IB land unit; moderate that includes land units of IC, IIA, IIB, IIIA, IIIB, IVA and IVB; and high including IIC, IIIC and IVC land units. Land conservation efforts that have been done are not optimal yet and should be optimalized by considering the degree of erosion hazard. The sequence of conservation priority goes as follows IIIC. IVC, IIC, IIIB, IIIA, IC, IVB, IIB, IVA, IIA, IB and IA land units. The management of land rubber plantation, besides the improvement of crop productivity, soil conservation is absolutely needed to preserve land productivity.

Kata Kunci : Konservasi tanah, produktivitas lahan perkebunan karet, kebun Merbuh, PTPN IX (Persero)

  1. S2-1999-9550-abstract.pdf  
  2. S2-1999-9550-bibliography.pdf  
  3. S2-1999-9550-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1999-9550-title.pdf