Laporkan Masalah

Studi koefisien aliran pada sub DAS dengan tegakan hutan pinus dan jati Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah

Heru Sunawan, Drs. Suyono, M.S.; Dr. Sudibyakto, M.S.

1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan di kawasan Kehutanan yang tercakup dalam wilayah KRPH Kalirajut, BKPH Kebasen, KPH Banyumas Timur, Jawa Tengah. Unit penelitian yang digunakan adalah dua Sub DAS yang masing-masing ditutupi oleh tegakan hutan yang berbeda, yaitu Sub DAS Kaligung (tegakan hutan pinus) dan Sub DAS Kaliwangi (tegakan hutan jati). Tujuan penelitian adalah mempelajari koefisien aliran untuk nasukan hujan yang sama dan nenpelajari koefisien aliran dalam hubungannya dengan karakteristik hujan dan API (Antecedent Precipitation Index) atau indeks curah hujan terdahulu yang nerupakan pendekatan untuk nengetahui kondisi unun kelenbaban tanah pada saat terjadi hujan pada Sub DAS dengan tegakan hutan Pinus dan pada Sub DAS dengan tegakan hutan Jati. Koefisien aliran yang diteliti adalah koefisien aliran sesaat yang terdiri dari dua nacan, yaitu koefisien aliran volumetrik (Cv) dan koefisien aliran puncak (Cp). Metode yang digunakan dilakukan secara langsung dengan menganalisis data hujan setiap kejadian di lapangan dan aliran yang ditinbulkan oleh hujan tersebut selama musim hujan pada bulan Januari - Mei 1994. Hasil analisis statistik hubungan koefisien aliran volumetrik naupun koefisien aliran puncak dengan karakteristik hujan (tebal hujan (P), intensitas hujan rata-rata (Ir), intensitas hujan naksinun 30 nenit (Imaks) dan indeks curah hujan terdahulu (API-7 hari)), dari 21 data yang dianalisis nenunjukkan bahwa variabel yang signifikan untuk nenentukan besarnya koefisien aliran adalah variabel tebal hujan yang berasosiasi dengan intensitas hujan. Persanaan hubungan yang signifikan untuk nenduga koefisien aliran volunetrik adalah Cv Pinus = -1,07 + 1,16 P (Rz= 0,81) dan Cv Jati = -1,61 + 0,49 P (Ra = 0,77), sedangkan untuk koefisien aliran puncak adalah Cp Pinus = -0,03 + 1,64 P (R' = 0,64) dan Cp Jati = -0,80 + 0,52 P (R2 = 0,60). Variasi nilai koefisien aliran yang dihasilkan nenunjukkan bahwa pada daerah yang terdiri dari tegakan hutan Pinus, hujan setebal 1,0 milimeter nenyebabkan koefisien aliran volumetrik dan setebal 0,4 nilineter dapat nenyebabkan koefisien aliran puncak, sedangkan pada daerah yang terdiri dari tegakan hutan Jati, hujan yang kurang dari 4,0 nilineter dan 2,0 nilineter berturut-turut tidak menyebabkan koefisien volunetrik dan koefisien aliran puncak. Hasil uji beda koefisien aliran nenunjukkan bahwa antara kedua Sub DAS yang diteliti mempunyai nilai koefisien aliran yang berbeda. Perbedaan koefisien aliran volumetrik sebesar 9,43 %, sedangkan perbedaan nilai koefisien aliran puncak sebesar 15,58 X. Berdasarkan hasil rata-rata nilai koefisien aliran volunetrik dan nilai koefisien aliran puncak diketahui bahwa daerah yang terdiri tegakan hutan Pinus mempunyai nilai koefisien aliran yang lebih besar. Nanun nilai tersebut nasih ternasuk dalan klas rendah

-

Kata Kunci : Koofisien aliran,tegakan hutan pinus,Banyumas,Jawa Tengah

  1. S1-1996-Heru_Sunawan-abstract.pdf  
  2. S1-1996-Heru_Sunawan-bibliography.pdf  
  3. S1-1996-Heru_Sunawan-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1996-Heru_Sunawan-title.pdf