Pekerja wanita pada industri rumah tangga genteng, studi kasus di desa Jatisari kecamatan Kebumen kabupaten Kebumen
Heru Santoso, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini berjudul -Pekerja Wanita Pada Indus-tri Rumah Tangga Genteng; Studi Kasus di Desa Jatisari Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen-. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik dan latar belakang pekerja wanita di industri genteng yang meliputi umur, status perkawinan, pendidikan, jam kerja, pendapatan, umur per-tama bekerja, alasan bekerja, masa kerja, sistem pengupa-han, dan mata pencaharian kepala keluarga, pendapatan keluarga, tanggungan kepala keluarga. Penelitian ini merupakan studi kasus di industri rumah tangga genteng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai, yaitu wawancara dengan kuesioner kepada pekerja wanita di industri genteng secara random. Sampel diambil 125 responden dari 180 populasi. Hasil penelitian menunjukkan 40,8 % belum kawin dan 59,2 % kawin. Umur pekerja 19,2 % kurang dari 20 tahun, 35,2 % antara 20 - 29 tahun, 20,8 % antara 30 - 39 tahun, dan 24,8 % 40 tahun atau lebih. Rata-rata umur pekerja 30,13 tahun. Pekerja yang jam kerja kurang dari 35 tiap minggu (20 %), antara 35 - 44 jam (52 %), dan 45 jam atau lebih (28 %). Rata-rata jam kerja tiap minggu 40,87 jam, dan rata-rata hari kerja tiap minggu 6,2 hari, serta rata-rata jam kerja setiap hari 6,5 jam. Pendidikan pekerja wanita 17,6 % tidak sekolah dan tidak tamat SD, 48,0 % tamat SD, dan 34,4 % SMP atau lebih. Pendapatan pekerja tiap ming-gu 55,2 % kurang dari Rp 10.000, 26,4 % antara Rp 10.000 Rp 11,999, dan 18,4 % Rp 12.000 atau lebih. Rata-rata pendapatan tiap minggu sebesar Rp 10.106. Masa kerja menunjukkan 23,2 % kurang dari 3 tahun, 29,8 % antara 3 - 5 tahun, dan 48 % 6 tahun atau lebih. Umur pertama bekerja 52,0 % antara 15 - 19 tahun, 24,8 % kurang dari 15 tahun, dan 23,2 % berumur 20 tahun atau lebih. Alasan bekerja 28,8 % pendapatan orang tua/ suami kurang, dan 41,6 % ingin memperoleh uang sendiri. Alasan bekerja di industri genteng 48,0 % tidak mempunyai ke-trampilan lain, 32,8 % dekat rumah, 16,0 % tidak ada pekerjaan di pertanian, dan 3,2 % warisan orang tua.- Sistem pengupahan 53,6 % borongan dan 46,4 % harian. Rata-rata pendapatan keluarga pekerja tiap bulan Rp 179.491 dan tanggungan jiwa rata-rata tiap keluarga pe-kerja wanita 5,33 jiwa. Hasil test statistik antara umur pekerja dan jam kerja menunjukan hubungan negatif, dilihat dari penda-patan menunjukkan hubungan positif. Pendapatan keluarga menunjukkan tidak ada hubungan dengan jam kerja, bila dibandingkan dengan status perkawinan menunjukkan pekerja wanita belum kawin jam kerjanya lebih tinggi daripada pekerja wanita kawin dan pendapatan pekerja yang kawin lebih besar dari pekerja belum kawin. Sistem pengupahan dibandingkan dengan masa kerja menunjukkan pekerja wanita sistem pengupahan borongan, masa kerja lebih lama di-banding pekerja wanita sistem pengupahan harian, demikian juga dalam pendapatan.
-
Kata Kunci : Pekerja wanita,Industri rumahtangga genteng,Kebumen,Jawa Tengah