Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penawaran, faktor-faktor
yang mempengaruhi penawaran, dan elastisitas penawaran cabai keriting
(Capsicum annuum L.) di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Metode
penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data time series
bulanan periode 2019-2024. Pengumpulan data dilakukan dari berbagai sumber
resmi termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian Kabupaten
Gunungkidul, dan instansi terkait. Analisis penawaran dilakukan melalui analisis
deskriptif, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dianalisis
menggunakan regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS). Elastisitas
penawaran dihitung menggunakan metode elastisitas titik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penawaran cabai keriting di Wonosari mengalami fluktuasi
tajam dengan pola tidak stabil sepanjang periode pengamatan, meskipun
menunjukkan tren pemulihan positif pada periode 2023-2024. Wonosari
berkontribusi 79,36?ri total produksi cabai keriting di Kabupaten Gunungkidul.
Analisis regresi menunjukkan bahwa luas panen merupakan faktor paling signifikan
mempengaruhi penawaran dengan koefisien 4,609, sedangkan curah hujan
berpengaruh negatif dengan koefisien -0,189. Harga beras dan bawang merah juga
berpengaruh negatif terhadap penawaran, mengindikasikan adanya kompetisi
alokasi sumber daya. Model menjelaskan 62,4% variasi penawaran (Adjusted R² =
0,624). Analisis elastisitas menunjukkan penawaran cabai keriting bersifat inelastis
terhadap perubahan harga sendiri (0,636), mengindikasikan rendahnya
responsivitas terhadap fluktuasi harga. Elastisitas silang menunjukkan hubungan
substitusi yang sangat elastis dengan cabai rawit hijau (8,304) dan hubungan
komplementer dengan beras (-115,668) dan bawang merah (-48,765). Hasil
penelitian diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah untuk merumuskan kebijakan
yang tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menstabilkan
pasokan cabai keriting.
This study aims to analyze the supply dynamics, factors affecting supply, and supply
elasticity of curly chili (Capsicum annuum L.) in Wonosari Subdistrict,
Gunungkidul Regency. The research employed a descriptive quantitative approach
using monthly time series data from 2019-2024. Data were collected from various
official sources including Statistics Indonesia (BPS), Gunungkidul Regency
Agriculture Office, and related institutions. Supply analysis was conducted through
descriptive analysis, while factors affecting supply were analyzed using Ordinary
Least Squares (OLS) multiple linear regression. Supply elasticity was calculated
using point elasticity method. The findings indicate that curly chili supply in
Wonosari shows sharp fluctuations with unstable patterns throughout the
observation period, although showing positive recovery trends in 2023-2024.
Wonosari contributes 79.36% of total curly chili production in Gunungkidul
Regency. Regression analysis reveals that harvested area is the most significant
factor affecting supply with a coefficient of 4.609, while rainfall negatively affects
supply with a coefficient of -0.189. Rice and red onion prices also negatively
influence supply, indicating resource allocation competition. The model explains
62.4% of supply variation (Adjusted R² = 0.624). Supply elasticity analysis shows
that curly chili supply is inelastic to own-price changes (0.636), indicating low
responsiveness to price fluctuations. Cross-price elasticity reveals highly elastic
substitution relationship with green chili (8.304) and complementary relationships
with rice (-115.668) and red onion (-48.765). These results are expected to serve
as a scientific basis for formulating targeted policies to improve farmer welfare and
stabilize curly chili supply.
Kata Kunci : cabai keriting, analisis penawaran, elastisitas penawaran, ekonomi pertanian