Laporkan Masalah

Penawaran Cabai Keriting di Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul

Rachelliona Dwinandani, Anung Pranyoto, S.P., M.P.; Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.

2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penawaran, faktor-faktor 
yang mempengaruhi penawaran, dan elastisitas penawaran cabai keriting 
(Capsicum annuum L.) di Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Metode 
penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data time series 
bulanan periode 2019-2024. Pengumpulan data dilakukan dari berbagai sumber 
resmi termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian Kabupaten 
Gunungkidul, dan instansi terkait. Analisis penawaran dilakukan melalui analisis 
deskriptif, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran dianalisis 
menggunakan regresi linear berganda Ordinary Least Squares (OLS). Elastisitas 
penawaran dihitung menggunakan metode elastisitas titik. Hasil penelitian 
menunjukkan bahwa penawaran cabai keriting di Wonosari mengalami fluktuasi 
tajam dengan pola tidak stabil sepanjang periode pengamatan, meskipun 
menunjukkan tren pemulihan positif pada periode 2023-2024. Wonosari 
berkontribusi 79,36?ri total produksi cabai keriting di Kabupaten Gunungkidul. 
Analisis regresi menunjukkan bahwa luas panen merupakan faktor paling signifikan 
mempengaruhi penawaran dengan koefisien 4,609, sedangkan curah hujan 
berpengaruh negatif dengan koefisien -0,189. Harga beras dan bawang merah juga 
berpengaruh negatif terhadap penawaran, mengindikasikan adanya kompetisi 
alokasi sumber daya. Model menjelaskan 62,4% variasi penawaran (Adjusted R² = 
0,624). Analisis elastisitas menunjukkan penawaran cabai keriting bersifat inelastis 
terhadap perubahan harga sendiri (0,636), mengindikasikan rendahnya 
responsivitas terhadap fluktuasi harga. Elastisitas silang menunjukkan hubungan 
substitusi yang sangat elastis dengan cabai rawit hijau (8,304) dan hubungan 
komplementer dengan beras (-115,668) dan bawang merah (-48,765). Hasil 
penelitian diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah untuk merumuskan kebijakan 
yang tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menstabilkan 
pasokan cabai keriting.

This study aims to analyze the supply dynamics, factors affecting supply, and supply 
elasticity of curly chili (Capsicum annuum L.) in Wonosari Subdistrict, 
Gunungkidul Regency. The research employed a descriptive quantitative approach 
using monthly time series data from 2019-2024. Data were collected from various 
official sources including Statistics Indonesia (BPS), Gunungkidul Regency 
Agriculture Office, and related institutions. Supply analysis was conducted through 
descriptive analysis, while factors affecting supply were analyzed using Ordinary 
Least Squares (OLS) multiple linear regression. Supply elasticity was calculated 
using point elasticity method. The findings indicate that curly chili supply in 
Wonosari shows sharp fluctuations with unstable patterns throughout the 
observation period, although showing positive recovery trends in 2023-2024. 
Wonosari contributes 79.36% of total curly chili production in Gunungkidul 
Regency. Regression analysis reveals that harvested area is the most significant 
factor affecting supply with a coefficient of 4.609, while rainfall negatively affects 
supply with a coefficient of -0.189. Rice and red onion prices also negatively 
influence supply, indicating resource allocation competition. The model explains 
62.4% of supply variation (Adjusted R² = 0.624). Supply elasticity analysis shows 
that curly chili supply is inelastic to own-price changes (0.636), indicating low 
responsiveness to price fluctuations. Cross-price elasticity reveals highly elastic 
substitution relationship with green chili (8.304) and complementary relationships 
with rice (-115.668) and red onion (-48.765). These results are expected to serve 
as a scientific basis for formulating targeted policies to improve farmer welfare and 
stabilize curly chili supply.

Kata Kunci : cabai keriting, analisis penawaran, elastisitas penawaran, ekonomi pertanian

  1. S1-2025-479053-abstract.pdf  
  2. S1-2025-479053-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-479053-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-479053-title.pdf