Kajian pemenuhan kebutuhan air rumah tangga: di Kecamatan Samarinda Ulu Kotamadya Samarinda
Mislan, Prof.Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc.
1998 | Tesis | S2 GeografiINTISARI Masalah terbatasnya penyediaan air rumah tangga di Samarinda merupakan penyebab utama terjadinya wabah mutaber yang terjadi hampir setiap tahun pada musim kemarau dan naiknya belanja air yang mencapai sekitar 10 kali lipat. Dari 6 kecamatan yang ada Kecamatan Samarinda Ulu merupakan wilayah yang perlu mendapat perhatian utama, pertama karena merupakan pusat permukiman dengan penduduk yang padat, dan kedua memiliki karakteristik yang dapat mewakili Kodya Samarinda dalam masalah keterbatasan air rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji: 1) sistem penyediaan air rumah tangga di Kecamatan Samarinda Ulu, 2) pola dan jumlah konsumsi air, 3) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah konsumsi air, dan 4) persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi air. Cara yang digunakan pada penelitian ini meliputi 2 hal yaitu 1) pengumpulan data: sampel responden ditentukan secara purposive dan untuk tiap mintakat dengan proportional random sampling. Pengambilan dan pengukuran parameter kualitas air. Data yang dikumpulkan untuk mendukung tujuan penelitian ini terdiri dari sistem penyediaan air, jumlah dan pola konsumsi air, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, letak sumber dan persepsi dalam mengkonsumsi air. 2) analisa data-data: secara deskriptif, analisis kuantitatif, komparatif dan keruangan, statistik rerata tertimbang, multiple regression dan proporsi. Data yang dikumpulkan untuk mendukung tujuan penelitian ini terdiri dari sistem penyediaan air, jumlah dan pola konsumsi air, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, letak sumber dan persepsi dalam mengkonsumsi air. Penelitian ini memperoleh hasil: 1) secara keseluruhan sistem penyediaan air di daerah penelitian tidak baik. Jangkauan distribusi air PDAM terbatas pada wilayah perkotaan. Penyediaan air dari air tanah terkendala oleh debit yang kecil, dalam, kualitas yang kurang memenuhi syarat kesehatan, dan biaya pembuatan sumur yang mahal. Pembuatan bak penampung dan perbaikan kualitas air dalam mendukung optimalnya sistem penyediaan air belum banyak dilakukan, 2) rerata jumlah pemanfaatan air dalam i/kapita/hari di Perkotaan 77,6, Pinggiran 61,5 dan Perdesaan 50,0 atau rata-rata 65,5. Jenis pemanfaatan terbesar memiliki kesamaan untuk semua mintakat yaitu MCK dan disusul untuk wudhu. Di Perkotaan jumlah pemanfaatan terbesar pada pagi hari dan sore hari, sedangkan di Pinggiran dan Perdesaan mengalami puncak pada siang hari, 3) jumlah konsumsi air secara nyata dipengaruhi oleh faktor tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan letak sumber air, dan berlaku untuk semua mintakat, sedangkan sistern penyediaan air hanya berpengaruh secara nyata di Pinggiran dan tidak berlaku di Perkotaan dan Perdesaan dan 4) persepsi masyarakat cenderung bertindak boros, dengan kecenderungan paling tinggi di Perdesaan dan disusul Perkotaan dan Pinggiran.
ABSTRACT The problems of limited water supply for household in Samarinda are the cause of diarrhea and vomiting diseases that occurred almost every year especially in dry season, and the increasing of water purchase by ten foid. From 6 subdistrics, subdistrics of Samarinda Ulu cause; first, it is the housing center with the densely population, and second having a characteristic that represented the limited water supply of Municipality of Samarinda for household. This research aims to study: 1) the water supply system for household in the Samarinda Ulu subdistric, 2) the pattern and the amount of water consumption, 3) the factors which effect the amount of water consumption, and 4) public perception in consuming water. Techniques used in this research included; 1) data collecting: respondent samples is purposively chosen, determining each area based on proportional random sampling, and preparing and measuring water quality parameter, and 2) data analysis: descriptive, graphics, quantitative, comparative and spatial, weighted average statistic, multiple regression, and proportional. The amount and consists of data of water supply system, the amount and pattern of water consumption, the kinds of job, the level of education, the income rate, the location of water resource, and the perception. The results of this research show that: 1) in the research area, the overall water supply system is not adequate or not sufficient. The scope of water distribution of PDAM is just limited for the Urban area. Water supply from ground water has gone through some challenges, for instances the very health, and even the expensive cost for exploring. Producing water container and increasing the water quality to support the optimal water supply system has not been done quantitatively. 2) The average amount of water use in litter per capita and per day is about 77.6 in Urban, 61.5 in Urban Fringe, and about 50.0 in Rural, or 65.5 on average. For all areas, the largest amount of water use that have similarity are for bathing and 'wudhu' (or ritual washing before praying). In Urban area, the largest amount of water use is in the morning and in the evening, but in Urban Fringe and Rural areas in the daytime. 3) The amount of water consumption is effected by some factors, such as educational level, the income rate, the location of water resource, and the dealed for all areas. The water supply system only effected significantly in Urban Fringe did not deal with the Urban and Rural areas. Public's perception tended to be wasteful, with greatest rate in the Rural area, then Urban and Urban Fringe areas respectively.
Kata Kunci : kebutuhan air rumah tangga, Kecamatan Samarinda Ulu