Laporkan Masalah

Perubahan kebijakan luar negeri Libya :: Sejak perang teluk II 1991-2003

PURWONO, Andi, Dr. Nanang Pamuji Mugasejati

2004 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Selama tiga dekade, Libya menjadi “anak nakal” bagi Barat. Akibatnya, Libya dikucilkan dari pergaulan internasional oleh Barat karena sikap dan pernyataan Presidennya, Moammar Khadafy yang antiBarat, dinilai tidak bersahabat dan penuh permusuhan. Kasus Lockerby, UTA, Fletcher, La Belle Discotique, dan berbagai aksi dukungan Libya terhadap terorisme internasional menuai sanksi Amerika sejak 1982 dan sanksi PBB 1992. Dalam corak hubungan yang penuh kebencian selama berpuluh-puluh tahun, Libya tiba- tiba membuat langkah mengejutkan. Setelah menyelesaikan ebrbagai kasus internasionalnya, Libya pada tanggal 20 Desember 2003 mengumumkan bahwa negerinya menghentikan semua program pengembangan senjata pemusnah massal. Dua hari kemudian, Libya menyatakan menyetujui membuka instalasi nuklirnya lebar- lebar bagi pemeriksaan mendalam oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Mengapa terjadi perubahan politik luar negeri Libya? Tulisan ini merupakan analisa politik luar negeri (foreign policy anlysis) di area pengaruh (influence) yang menggunakan level analisa negara (state level of analysis). Riset menemukan bahwa kepentingan nasional (national interest) berupa faktor ekonomi, terutama kebutuhan akan investasi dan teknologi asing, sebagai pendorong perubahan. Sanksi telah menutup akses Libya pada dua hal tersebut yang sebenarnya sangat diperlukan bagi, pertama, pembenahan ekonominya yang masih lemah dengan berbagai problem ekonomi yang belum tertangani dan, kedua, penyelamatan dan pengembangkan sektor minyak sebagai penopang pendapatan negara

For three decades, Libya became rogue state. UN sanctions in the 1990s isolated Libya economically and politically following the downing of Pan AM Flight 103 over Lockerbie, Scotland, UTA, Fletcher, La Belle Discoutique, and its support for terrorism. Libyan support for terrorism appears to have decreased after UN sanctions were imposed in 1992. During the 1990s QADHAFI also began to rebuild his relationships with Europe. UN sanctions were suspended in April 1999 and finally lifted in September 2003 after Libya resolved the Lockerbie case. In December 2003, Libya announced that it had agreed to reveal and end its programs to develop weapons of mass destruction. Why did this foreign policy change occure? It is a foreign policy analysis, expecially in influence area of analysis, that use state level of analysis. With this correlational analysis, national interest of Libya, ie: economic factors, the needs of investment and technology were found to be the reason of this change. They were the needs to reform its stagnant economy and develop its oil sector, Libya’s biggest receipts, caused the cooperative foreign policy.

Kata Kunci : Politik Luar Negeri,Kebijakan Libya,Perang Teluk II 1991,2003, foreign policy analysis, influence area, correlationis analysis, national interest, economic factor, investment, technology


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.