Laporkan Masalah

Etnis Sunda di Yogyakarta: Proses mobilitas strategi kehidupan di daerah tujuan dan hubungannya dengan daerah asal

Tatang Astarudin, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra

1997 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui mobilitas etnis Sunda ke Yogyakarta, terutama proses mobilitas, strategi kehidupan di Yogyakarta dan hubungan mereka dengan daerah asal. Penelitian ini dilakukan pada beberapa kecamatan di wilayah Kotamadya Yogyakarta, mulai bulan April sampai akhir Agustus 1997. Pemilihan Kotamadya Yogyakarta sebagai daerah penelitian didasarkan pada kenyataan bahwa jumlah pelaku mobilitas etnis Sunda di wilayah ini relatif lebih banyak dari daerah lainnya, dan dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal itu terjadi karena posisi strategis daerah ini sebagai 'pusat' Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga wilayah Kotamadya Yogyakarta dianggap cukup mendukung usaha yang mereka tekuni selama ini. Responden penelitian ini adalah pelaku mobilitas etnis Sunda di Yogyakarta yang bekerja sebagai pedagang, karyawan swasta, pekerja jasa, dan tidak termasuk mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri, ABRI, dan Mahasiswa. Jumlah sampel yang diambil berdasarkan pada ketentuan tabel Morgan. Data primer dan skunder yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan panduan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku mobilitas etnis Sunda ke Yogyakarta umumnya adalah kelompok produktif dan berusia muda, didominasi oleh laki-laki, dan sebagian besar berlatar belakang pendidikan rendah. Lebih jauh penelitian ini menunjukkan bahwa faktor dominan yang mempengaruhi proses mobilitas etnis Sunda ke Yogyakarta adalah: faktor ekonomi, sosial budaya dan faktor sanak saudara/teman di daerah tujuan. Keberadaan kelompok pelaku mobilitas terdahulu di daerah tujuan sangat bermanfaat dalam membantu pelaku mobilitas baru, khususnya pada tahap awal proses penyesuaian diri di daerah tujuan. Bantuan mereka juga tidak terbatas pada masalah pemukiman pada saat pertama kali datang ke Yogyakarta, melainkan juga dalam masalah pekerjaan dan bantuan keuangan sampai mereka mampu mandiri. Di samping itu, faktor aksesibilitas wilayah, seperti membaiknya jaringan transportasi dan jaringan komunikasi yang dapat memperlancar arus informasi, juga memiliki pengaruh cukup kuat dalam volume dan frekuensi mobilitas etnis Sunda ke Yogyakarta. Dalam menghadapi persaingan usaha di daerah tujuan, pelaku mobilitas etnis Sunda di Yogyakarta bekerja keras, rajin dan ulet serta bertindak seefisien mungkin dalam menekan anggaran pengeluaran. Fenomena tersebut pada gilirannya memberikan refleksi terhadap kapasitas remitan yang dapat dinikmati anggota keluarga di daerah asal. Pelaku mobilitas etnis Sunda di Yogyakarta juga memiliki karakteristik bi-local, yakni tetap membina hubungan baiknya dengan daerah asal. Hal itu bisa dilihat melalui pengiriman remitan dan kunjungan mereka ke daerah asal. Kata-kata kunci: 1) Proses mobilitas 2) Strategi kehidupan 3) Hubungan dengan daerah asal

ABSTRACT The basic aim of the study is to investigate the Sundanese ethnic group mobility to Yogyakarta, especially on the mobility process, living strategies in the place of destination and relation with their place of residence. The study was conducted in several sub-districts of Yogyakarta Municipality, from April until the end of August 1997. The location of the study was selected based on the development of the Sundanese ethnic group which was relatively high, and on the fact that Yogyakarta Municipality is considered the center of Yogyakarta Special Province. The respondents of the study are the movers of the Sundanese ethnic group who were engaged as traders, worker of private enterprise, worker in service sector, excluding who were employed as office workers (civil servant), armies and students. The number of samples are selected by using the Morgan tables. Primary and secondary data were collected through in-depth interview, observation, and documentation. Data analysis was done qualitatively as well as quantitatively by using frequency tables and cross-tabulation. The study shows that the mobility performers of the Sundanese ethnic group in Yogyakarta are young and productive age, dominant male and mostly has low educational background. The study also shows that the main factors which influential to the mobility process Sundanese ethnic group to Yogyakarta are economic factors, social-cultural and presence of previous Sundanese ethnic group in Yogyakarta. The existence of the ethnic group association, particularly the Sundanese ethnic group in Yogyakarta is considered beneficial to new migrants in their first stage of adaptation. This assistance is not only in the form of providing housing to new migrants when they first arrived in Yogyakarta, but also in the form of monetary and employment assistance until they could self relience. Besides that, the region accessibility, such as transportation facilities, road condition, and information accessibility also have strong influence, both in volume and frequencies of the Sundanese ethnic group mobility to Yogyakarta. In facing the tight competition in the places of destination, Sundanese ethnic group in Yogyakarta have to be hardworking, industrious, unyielding; they have to be very efficient to meet the basic subsistence needs in the city. This phenomenon, in turn, gives some reflections on the remittance which can be beneficial for the family back home. The Sundanese ethnic in Yogyakarta still keep the bilocal characteristic in a good balance. This can be seen through their relationship, their remittance and their visit to the original place. Key Words: 1) Mobility process 2) Living strategies 3) Relation to place of origin

Kata Kunci : Proses mobilitas, Strategi kehidupan, Hubungan dengan daerah asal

  1. S2-1997-6991-abstract.pdf  
  2. S2-1997-6991-bibliography.pdf  
  3. S2-1997-6991-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1997-6991-title.pdf