Kecenderuungan pertumbuhan ekonomi wilayah pada pelita III dalam perspektif teori Myrdal di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Hj. Otto Nur Abdullah, Drs. Kartiman Kudonarpodo
1987 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHHasil studi masalah-masalah pembangunan --antara ne-gara-negara maju dan negara-negara sedang berkembang, an-tara pusat dan daerah, serta antara kota dan desa-- menun-jukkan kecenderungan pertumbuhan ekonomi ke arah ketidak-merataan. Kenampakan ini menurut Myrdal, sebenarnya, meng-acu pada proses pembanEunan yang berlangsung dalam 2 pola. Pertama, adalah apa yang disebut oleh Myrdal sebagai proses "spread effects", yaitu pembangunan yang berlangsun6 di wilayah inti mernberi dampak yang positif terhadap pembang-unan di wilayah pinggiran sehingga menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi antara kedua wilayah tersebut. Kedua, adalah proses "backwash effects", yaitu pembangunan yang dilangsungkan di wilayah inti berakibat negatif terhadap pembangunan di wilayah pinggiran sehingga terjadi ketidak-merataan pertumbuhan ekonomi antara kedua wilayah tersebut. mengasumsikan bahwa "spread effects" berlangsung dalam pembangunan di negara-negara maju, sedangkan "back-wash effects" berlangsung dalam pembangunan di negara-nega-ra sedan6 berkembang. Indonesia sebagai salah satu negara sedanE berkembang, sebenarnya, hasil-hasil pembangunannya telah menunjukkan adanya kecenderungan ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi antar wilayah. Oleh karena itu Pemerintah Indonesia dalam masa Repelita III menerapkan kebijakan pewilayahan pembang-unan untuk mengatasi masalah ketidakmerataan pembangunan antar wilayah. Maka berdasarkan realitas tersebut, dengan memilih Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai wilayah penelitian, dan teori Myrdal sebagai sudut pandang dicoba ketahui kecenderungan pertumbuhan ekonomi antar wilayah. Penelitian ini rnerupakan analisa data sekunder, yang mana setelah data-data tersebut dianalisa dengan perhitungan statistikal korelasi dan regresi maka diperbandingkan menu-rut pewilayahannya. Hasil penelitian ini ternyata menunjukkan adanya 2 pola kecenderungan pertumbuhan ekonomi wilayah. Pertama, pembangunan di wilayah inti berdampak positif terhadap pembangunan di wilayah pinggiran sehingga dapat disimpulkan adanya proses "spread effects" yang lemah. Kecenderungan gerak menaik ini berlangsung dalam pe?bangunan di Kabupaten Kulon Progo. Kedua, pembangunan di wilayah inti berdampak negatif terhadap wilayah pingbiran sehingga dapat disimpul-kan adanya proses "backwash effects". Kecenderungan gerak menurun ini muncul di Kabupaten Gunung Kidul.
-
Kata Kunci : Geografi ekonomi,Pertumbuhan ekonomi wilayah,pelita III,Teori Myrdal,DIY,Kota Yogyakarta