Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berhubungan dengan jumlah anak dalam keluarga: pada masyarakat transisional; Kasus di Dusun Tajem, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman

Widyaningsih, Prof.Dr. Ida Bagoes Mantra

1997 | Tesis | S2 Kependudukan

INTISARI Di Indonesia ada kecenderungan jumlah anak dalam ke- luarga semakin menurun, baik di tingkat nasional maupun daerah. Sehubungan dengan itu, peranan orang tua dalam tiap-tiap keluarga cukup dominan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhu- bungan dengan jumlah anak dalam keluarga. Hubungan terse- but diteliti baik secara langsung maupun dikontrol melalui variabel nilai anak. Penelitian ini dilakukan di Dusun Tajem, Desa Magu- woharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istime- wa Yogyakarta, yang merupakan salah satu daerah transi- sional. Daerah transisional ini sengaja dipilih dengan pertimbangan bahwa banyak perubahan yang terjadi, termasuk dalam menentukan jumlah anak dalam keluarga. Responden da- lam penelitian ini adalah keseluruhan kepala keluarga di daerah penelitian, yang memiliki atau pernah memiliki anak, yaitu berjumlah 218 (198 laki-laki dan 20 perempuan). Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah wawancara dengan menggunakan kuesioner dan wawancara men- dalam dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide). Sesuai dengan jenis data yang terkumpul, maka ana- lisis data dilakukan dalam bentuk kombinasi antara anali- sis ststistik dan analisis deskriptif. Meskipun banyak faktor yang berhubungan dengan jum- lah anak dalam keluarga, tetapi faktor-faktor yang diper- hatikan pada studi ini meliputi faktor demografi (terdiri atas usia kawin pertama dan pendidikan), faktor ekonomi (terdiri atas pekerjaan dan pendapatan), faktor sosial (terdiri atas aktivitas ibu di luar rumah dan keikutser- taan dalam KB), dan faktor budaya (terdiri atas keterliba- tan dalam tradisi dan tanggapan terhadap "anak membawa rejeki sendiri-sendiri"). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara faktor- faktor yang berhubungan dengan jumlah anak dalam keluarga, sebelum dikontrol melalui variabel nilai anak ternyata hu- bungan yang signifikan hanya pada variabel keikutsertaan dalam KB, variabel keterlibatan dalam tradisi selamatan, dan variabel tanggapan responden terhadap ungkapan "anak membawa rejeki sendiri-sendiri". Setelah dikontrol melalui variabel nilai anak, ter- nyata variabel-variabel yang hubungannya tetap signifikan adalah variabel jenis pekerjaan khusus pada nilai anak "sedang", variabel keikutsertaan dalam KB khusus pada ni- lai anak "tinggi", dan variabel tanggapan terhadap ungka- pan "anak membawa rejeki sendiri-sendiri khusus pada nilai anak "tinggi".

ABSTRACT In Indonesia, there is a growing tendency for the number of children in a family to reduce, both at national and regional level. In this connection, the role of parents in every family is very dominant. This research is aimed at finding out the factors which relate to the number of children in a family. This is investigated both directly and also through the variable of the value of children. This research is conducted in Tajem area, Maguwoharjo village, Depok Sub-District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region, which is actually one of the transitional areas. This area is deliberately selected with the consideration that many changes take place here, including in determining the number of children in a family. The respondents used are precisely family heads throughout the area of study, who have or who have ever had children, that is 218 respondents (comprising 198 men and 20 women). The method used for data collection is interviews with a detailed questionnaire using an interview guide. Analysis was carried out in form of a combination between statistical and descriptive analysis. Although there are many factors which relate to the number of children in a family, those whose influence are examined in this particular study include demographic factors (age and education variables), economic factors (employment and income variables), social factors (activities of the wife outside the household and participation in family planning variables), cultural factors (involvement in tradition and the understanding that a child is born with his own fortune variables). Results of the study indicate that among the relating factors, before they are controlled through the variable of the value of children, actually variables which significant relate are only on participation in family planning, involvement in tradition, and the understanding that "a child is born with his own fortune". After controlling through the variable of the value of children, variables which still significant relate are imployment variable particularly on usual value of children, participation in family planning espesially on high value of children, and the understanding that "a child is born with his own fortune", particularly on high value of children.

Kata Kunci : jumlah anak, masyarakat transisional, Dusun Tajem, Faktor-faktor jumlah anak

  1. S2-1997-6081-abstract.pdf  
  2. S2-1997-6081-bibliography.pdf  
  3. S2-1997-6081-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1997-6081-title.pdf