Penggabungan data landsat TM dan Spot P dalam meningkatkan interpretabilitas kenampakan penggunaan lahan perkotaan daerah kota Semarang
Ikwan, Drs. R. Suharyadi, M.Sc.; Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2001 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHSernakin banyak citra satelit digital yang direkarn dengan sistern, sensor, dan karakteristik spasial dan spektral yang berbeda-beda, memacu para pengguna untuk mengintegrasikan keunggulan yang dimiliki oleh masing-masing citra. Proses integrasi citra digital dari beberapa sensor tersebut biasa dikenal dengan penggabungan data multisensor (multisensor data merging) atau data fus'ion. Penelitian ini mencoba untuk menggabungkan data Landsat TM yang memiliki keunggulan dalam hal spektral, dengan data SPOT P yang merniliki keunggulan dalam hal spasial, untuk menghasilkan citra yang mengintegrasikan keunggulan tersebut. Algoritrna yang biasa digunakan dalam proses penggabungan tersebut adalah dengan menggunakan transfonnasi intensily hue ,svturation (IHS) dan prineipal component analysis (PCA). Idealnya citra hasil proses penggabungan tersebut haruslah memiliki kualitas visual yang lebih baik dibandingkan dengan citra aslinya. Untuk mendapatkan kualitas visual yang lebih baik maka dicoba beberapa algoritma yang merupakan pengembangan dari transformasi IHS dan PCA, yaitu: algoritma IHS, WHS, PCI, PCHS dan B_IHS Hasil penggabungan antara data Landsat TM dan SPOT P tersebut diuji untuk menyajikan kualitas visual dan ketelitian interpretasi yang lebih baik untuk daerah perkotaan. Daerah perkotaan memiliki pola-pola kelurusan, keterpisahan bangunan, dan bidang-bidang lahan yang jelas batasnya serta tingkat kerumitan yang bervariasi, yang dapat digunakan untuk membandingkan kualitas visual citra hasil penggabungan. Berdasarkan analisis visual, analisis blok sampel dan analisis statistik, dari kelima algoritma, yaitu algoritma IHS, WHS, PCI, PCHS dan B_IHS, yang dikembangkan dalam proses penggabungan, Algoritma B IHS memperlihatkan keunggulan untuk rnenggabungkan citra Landsat TM dan SPOT P untuk meningkatkan inierpretabilitas kenampakan penggunaan lahan perkotaan. Penggunaan citra B_IHS juga dapat meningkatkan ketelitian interpretasi hingga 22 %, dibandingkan dengan menggunakan citra kornposit 752.
-
Kata Kunci : Lahan perkotaan,Data Landsat TM, Spot P,Penggunaan Lahan Perkotaan,Semarang,Jawa Tengah