Pemanfaatan data digital spot multispektral untuk inventarisasi hutan: di sebagian kesatuan pemangkuan hutan Pemalang dan Pekalongan Timur Jawa Tengah
Subardja, Ir. Imam Abdul Rochman
1996 | Tesis | S2 Penginderaan JauhINTISARI Sumberdaya hutan mempunyai peranan penting dalam menopang pembangunan di Indonesia, sehingga perlu mendapat perlakuan khusus dalam pengelolaannya agar aspek keles- stariannya dapat dipertahankan dan produktivitasnya dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidenti- fikasi jenis tegakan hutan, potensi tegakan hutan, dan letak agihan tegakan hutan dengan memanfaatkan data digi- tal SPOT multispektral, sekaligus ingin mengetahui kemam- puan data digital SPOT multispektral untuk mengidentifika- si jenis, potensi, dan letak agihan tegakan hutan, dalam rangka pengelolaan sumberdaya hutan. Daerah penelitian terletak di sebagian KPH Pemalang dan sebagian KPH Peka- longan Timur Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei menggunakan data penginderaan jauh dengan interpretasi secara digital, analisis statistik, dan kerja lapangan. Analisis digital dilakukan terhadap data digital SPOT multispektral hasil perekaman tanggal 10 Juni 1990, dengan menggunakan perangkat lunak ILWIS versi 1.4 beserta per- angkat kerasnya berupa komputer IBM PC/AT. Analisis sta- tistik digunakan pada analisis hasil dalam rangka pembuk- tian hipotesis penelitian, yang meliputi: uji "t" untuk pembedaan jenis vegetasi berdasarkan nilai kecerahan data digital SPOT multispektral, dan uji korelasi antara nilai kecerahan data digital SPOT multispektral dengan potensi tegakan hutan. Kerja lapangan meliputi uji lapangan untuk mengetahui ketelitian hasil interpretasi, dan pengumpulan data vegetasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa pembedaan kelompok vegetasi berdasarkan nilai rahan data digital SPOT mulitspektral pada saluran gal, saluran XS3 menunjukkan hasil yang paling Dengan menggunakan transformasi matematis sederhana NDVI, R3, R4) menunjukkan hasil yang lebih baik dalam membedakan kelompok vegetasi dibandingkan hasil yang diperoleh pada saluran tunggal. Transformasi RVI menunjuk- kan hasil yang paling baik dalam membedakan kelompok vegetasi (86,67% kelompok vegetasi dapat dibedakan). Pembedaan kelompok vegetasi dilakukan terhadap 4 jenis vegetasi, yaitu: jati (Tectona grandis), mahoni (Swietenia mahagony), pinus (Pinus merkusii) dan sonokeling (Dalber- gia latifolia). Ketelitian interpretasi yang dapat dica- pai dalam penelitian ini termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 80,37%. Dalam mendeteksi potensi tegakan hutan, seluruh saluran tunggal data digital SPOT multi- spektral (XS1, XS2, XS3), dan transformasi matematis sederhana yang digunakan dalam penelitian ini (RVI, NDVI, R3, R4), menunjukkan korelasi negatif terhadap potensi tegakan jati. Saluran XS3 merupakan saluran yang paling baik untuk mendeteksi potensi tegakan jati, yang ditunjuk- kan oleh angka indeks korelasi yang paling besar (0,89). Transformasi R3 dan R4 baik untuk mendeteksi potensi tegakan jati di areal yang tanamannya mengalami penjarang- an, perencekan, dan pengguguran daun pada musim kemarau, sedang transformasi RVI dan NDVI baik untuk mendeteksi potensi tegakan jati di areal yang tanamannya tumbuh normal dengan kerapatan liputan tajuk tinggi.
ABSTRACT Forest resources have an important role in supporting development in Indonesia, so that they need a special care in their management to conserve their existence and increase their productivity. The objective of this re- search is to identify the type of forest plantation, the potency of forest plantation, and the spatial distribution of forest plantation utilizing the digital data of multi- spectral SPOT, and simultaneously to study the capability of digital data of multispectral SPOT in identifying type, potency, and the spatial distribution of forest planta- tion, in their efforts to manage the forest resources. The research was partly located in the KPH of Pemalang and partly in the KPH of East Pekalongan of Perum Perhutani Unit I Central Java. The research method used was survey method using remote sensing digital data interpretation, statistical analysis, and field work. Digital analysis was conducted on digital data of multispectral SPOT, recorded on June 10, 1990, using ILWIS software version 1.4 and IBM PC/At hardware. Statistical analysis was applied on the result analysis to prove the hypothesis of the research consist- ing of: "t" test for differentiation of the type of vege- tation based on brightness value of digital data of multi- spectral SPOT, correlation test between brightness value of digital data of multispectral SPOT and the potency of forest plantation. The field work, that is field test was conducted to assess the accuracy of interpretation result, and to collect data of vegetation. The result obtained during the research is that the differentiation of vegetation group based on the bright- ness value of digital data of multispectral SPOT in its single channel, XS3 channel indicates the best result. in Simple mathematical transformations (RVI, NDVI, R3, R4) give better results in differentiating vegetation groups than that of single channel. RVI transformation gives the best results in differentiating vegetation groups (86,67% vegetation groups can be differentiated). The differentia- tion of vegetation group was conducted on 4 types of vegetation: teak (Tectona grandis), mahogany (Swietenia mahagony), pinus (Pinus merkusii), sonokeling (Dalbergia latifolia). The accuracy of interpretation obtainable the research at the good category, that is 80,37%. In detecting the potency of forest plantation, all single channel of digital data of multispectral SPOT (XS1, XS2, XS3), and simple mathematical transformations utilized in the research (RVI, NDVI, R3, R4), indicate negative corre- lation with teak plantation. XS3 channel represents the best channel for identifying the potency of teak planta- tion indicated by the highest correlation index number (0,89). R3 and R4 transformations were suitable for de- tecting the potency of teak plantation for the area in which the vegetation sufferred from incrementfelling, crown thinning, and falling during the dry season, where- as RVI and NDVI transformations were suitable for detect- ing the potency of teak plantation for the area in which the vegetation had grown normally where the density of canopy was high.
Kata Kunci : Data digital spot multispektral, inventarisasi hutan, pemangkuan hutan Pemalang, Pekalongan Timur Jawa Tengah