Aplikasi Teknik penginderaan jauh dan Sistem Informais Geografis untuk menentukan Prioritas daerah pemekaran fisik kota di Kotamadya DAerah Tingkat II Salatiga
I Wayan Nuarsa, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Drs. Su Ritohardoyo, M.A.
2000 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini merupakan penelitian terapan teknik penginderaan jauh dengan mengaplikasikan interpretasi foto udara dan Sistem Informasi Geografis untuk studi kekotaan khususnya penentuan prioritas daerah pemekaran fisik kota Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji peranan foto udara dalam penyediaan data untuk penentuan prioritas daerah pemekaran fisik kota dan rekomendasi daerah pemekaran fisik kota di Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga Metode penelitian yang digunakan adalah metode penginderaan jauh, yaitu teknik interpretasi foto udara yang dilengkapi dengan uji lapangan. Pengambilan sampel uji lapangan dilakukan dengan stratified random sampling. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan Sistem Informasi Geografis yang meliputi input, proses dan output. Fasilitas dalam Sistem Informasi Geografis yang dipergunakan adalah fasilititas digitasi, transformasi, pengolahan data atribut, overlay, dan pembuatan model jarak (buffer). Analisis data dilakukan dengan pengharkatan (scoring) dengan operasi matematika penjumlahan (additive). Penentuan prioritas daerah pemekaran fisik kota diperoleh dengan menilai parameter fisik dan sosial ekonomi. Selanjutnya prioritas daerah pemekaran fisik kota yang dihasilkan difilter dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kotamadya Dati II Salatiga untuk menentukan rekomendasi daerah pemekaran fisik kota_ Hash' penelitian menunjukkan bahwa penginderaan jauh dapat dimanfaat dengan baik untuk mengidentifikasi parameter prioritas daerah pemekaran fisik kota di Kotamadya Dati II Salatiga dengan ketelitian interpretasi drainase permukaan 81%, kerawanan terhadap banjir 84,3%, penggunaan lahan 89,4%, dan bentuklahan 70,5% dan interpretasi jalan utama serta pusat perbelanjaan yang mencapai 100%. Penelitian menunjukkan 211,93 hektar atau 4,06% tergolong prioritas daerah pemekaran fisik I terdapat di Kecamatan Argomulyo, Tingkir, dan Sidomukti. Prioritas daerah pemekaran fisik II seluas 1724,92 hektar atau 33,04% meliputi Kecamatan Argomulyo, Tingkir, Sidomukti dan Sidorejo. Prioritas daerah pemekaran fisik III 1734,15 hektar atau 33,22% dari leas wilayah penelitian terdapat di Kecamatan Tingkir, Sidomukti, Argomulyo dan Sidorejo. Lahan seluas 1250,48 hektar atau 23,95% termasuk prioritas daerah pemekaran fisik IV terdapat di Kecamatan Tingkir, Sidomukti, Argomulyo dan Sidorejo. Prioritas pemekaran fisik V hanya 5,73% atau seluas 299,21 hektar tersebar di Kecamatan Tingkir, Sidomukti, Argomulyo dan Sidorejo. Hasa pemfilteran prioritas daerah pemekaran fisik kota dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Kotamadya Dati II Salatiga tahun 1994 —2004 diperoleh empat tingkat rekomendasi yaitu rekomendasi 1, 2, 3 dan 4. Rekomendasi 1 mencakup area seluas 50,59 hektar atau 0,97%, terdapat di Kecamatan Argomulyo, Tingkir dan Sidomukti. Rekomendasi rekomendasi 2
-
Kata Kunci : Pemekaran Fisik kota,Penginderaan jauh, sistem informasi geografis,Salatiga,Jawa Tengah