Laporkan Masalah

Pengembangan sumberdaya budaya situs purbakala Taman Ayun: di Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung; (Studi pariwisata budaya berwawasan lingkungan)

I Nyoman Wardi, Prof.Dr. Kodiran, MA.

1999 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan

INTISARI Warisan budaya (benda-benda sejarah dan purbakala) mempunyai peranan penting dalam pariwisata budaya di Bali. Penelitian ini bertolak dari permasalahan umum, yakni pengelolaan objek-objek wisata purbakala di Bali terkesan lebih banyak dieksploitasi, dan kurang diimbangi dengan perawatan dan pelestarian yang baik Taman Ayun-Mengwi, merupakan warisan budaya yang berfungsi sebagai parkyangan (pura kerajaan) yang mempunyai arti penting bagi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menggali dan mengiventarisasi potensi nilai budaya yang terkadung pada situs Taman Ayun, (2) mengkaji peranan masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan dan pelestarian sumberdaya budaya dan lingkungan alam, (3) mempelajari dampak yang ditimbulkan dari pengembangan pariwisata budaya tersebut. Hasil kajian diharapkan dapat bermanfaat sebagai kontribusi dalam pembangunan pariwisata budaya yang berkelanjutan di Bali. Kajian ini diwali dengan upaya pengumpulan data dengan metode studi pustaka, observasi partisipasi dan wawancara secara mendalam (in-depth interview). Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan analisis kuantitatif dengan bantuan tabel frequensi. Hasil kajian menunjukkan, (1) berdasarkan analisis aspek kesejarahan, keetnikan, estetika, keunikan dan nilai pendidikan, warisan budaya Taman Ayun- Mengwi dapat digolongkan potensial. Hal ini juga dibuktikan dari banyaknya jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Ayun serta kepuasan yang diperoleh wisatawan, (2) masyarakat dan pemerintah berperan aktif dalam pengembangan dan pelestarian warisan budaya dan lingkungan alam, dan (3) pengelolaan (pengembangan) warisan budaya di situs Taman Ayun (khsususnya sejak pengelolaan tahap III th 1989-th. 1999) banyak membawa perubahan-perubahan (dampak) yang bersifat positif terhadap lingkungan, baik terhadap lingkungan budaya (artefak), lingkungan sosial-budaya, sosial-ekonomi, dan terhadap lingkungan alam (biotik/vegetasi dan abiotik). Pengembangan pariwisata budaya di Taman Ayun-Mengwi berhasil menciptakan pembangunan berwawasan lingkungan. Cara pengelolaan seperti ini layak dikembangkan untuk objek-objek wisata purbakala di daerah lainnya di Bali untuk pembangunan pariwisata budaya berkelanjutan.

ABSTRACT Culture heritages play an important role on the cultural-tourism in Bali. The research was carried out based on the main problem, that the management of the culture heritages as a tourism objek in Bali tended too much exploited, while the safeguard and the preservation were ignored. Taman Ayun is a royal temple (Pura Penataran) from Mengwi Kingdom. This temple is meaningfull for the local community up to now. The aims of the research are: (1) to inventory the potency of cultural values of Taman Ayun, (2) to study the role of the local community and government on the cultural- tourism development and preservation of culture heritage and natural environment, and (3) to investigate the effects of the cultural- tourism development to the artifacts, socio-culture, social-economy of the local community, and to the natural environment. The results of the research expected to be usefull to support the sustainable of cultural-tourism development in Bali. The research was carried out by the methods. Firstly the data was collected through a library research, participant observation and in-depth interview techniques. Secondly in order to understand the significance of the phenomenon, later on the collected data was analyzed by descriptive-qualitative and quantitative methods. The results of the research turned out: (1) the Archaeological Site of Taman Ayun-Mengwi dealth with potential (significant) resource for the cultural- tourism, (2) the local community and government (especially regency of Badung) play an active role on the cultural and natural tourism development and preservation, (3) the cooperation management (since 1989-1999) between the local community and gevornment on the cultural-tourism development at Taman Ayun-Mengwi brought the positive effects on the field of the archaeological artifacts, on the socio-cultural life, and improvement on the socio-economical life of the local community and development on the natural environment (abiotic and biotic/vegetations) Cultural-tourism development which has been carried out in Mengwi (Taman Ayun) reflected the development of environmental orientation. This type of development is appropriate to be conducted by others, especially on the management of cultural heritage-tourism. This is very usefull to support the sustainable of cultural-tourism development in Bali.

Kata Kunci : Pariwisata Budaya,Pelestarian,Pelestarian Warisan Budaya

  1. S2-1999-9551-abstract.pdf  
  2. S2-1999-9551-bibliography.pdf  
  3. S2-1999-9551-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1999-9551-title.pdf