Laporkan Masalah

Indeks Kualitas Tanah pada Pola Tanam Cabai Merah yang Berbeda di Lahan Pasir Pantai Banaran, Galur, Kulon Progo

Azizah Siti Fatimah, Nasih Widya Yuwono, S.P., M.P., Dr. Ir. Eko Hanudin, M.P., IPU., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | ILMU TANAH

Kualitas tanah merupakan kapasitas dari suatu tanah yang ada di suatu lahan untuk menyediakan fungsi-fungsi yang dibutuhkan manusia atau ekosistem alami dalam kurun waktu yang lama. Cabai merupakan komoditas unggulan petani di pesisir Desa Banaran, Galur, Kulon Progo karena memiliki nilai ekomoni yang tinggi. Petani cabai di lahan pasir pantai Desa Banaran melakukan pola tanam secara polikultur dan monokultur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan indeks kualitas tanah pada sistem tanam polikultur dan monokultur di lahan cabai dan mengetahui indikator yang berpengaruh indeks kualitas tanah pada setiap sistem tanam polikultur dan monokultur di lahan cabai pesisir Desa Banaran, Galur, Kulon Progo. Indeks kualitas tanah tanah ditentukan dengan cara pemilihan indikator dengan Minimum Data Set (MDS), selanjutnya nilai pada masing-masing indikator digabungkan menjadi satu nilai indeks tunggal dan diberi harkat. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai indeks kualitas tanah di lahan monokultur cabai (22,60) lebih rendah daripada sistem polikultur cabai-bawang merah (23,23), polikultur cabai-melon (22,87), dan polikultur cabai-kacang tanah (25,67). Nilai indeks kualitas tanah pada lahan monokultur dan polikultur cabai berharkat rendah. Indikator yang paling berpengaruh terhadap kenaikan nilai indeks kualitas tanah di lahan budidaya cabai dengan sistem monokultur adalah K-tersedia, di lahan dengan sistem polikultur cabai-bawang merah adalah N-total, di lahan dengan sistem polikultur cabai-melon adalah K-tersedia, dan di lahan dengan sistem polikultur cabai-kacang tanah adalah kapasitas pertukaran kation tanah (KPK).


 


 

Soil quality is the capacity of the soil on a land to provide the functions needed by humans or natural ecosystems over a long period of time. Chili is a superior commodity for farmers on the coast of Banaran, Galur, Kulon Progo because it has high economic value. Chili farmers in the coastal sand fields of Banaran Village use polyculture and monoculture planting systems. The aim of this research is to compare the soil quality index in polyculture and monoculture planting systems in chili fields and find out the indicators that influence the soil quality index in each polyculture and monoculture planting system in coastal chili fields in Banaran, Galur, Kulon Progo. The soil quality index is determined by selecting indicators with the Minimum Data Set (MDS), then the values ??for each indicator are combined into a single index value and given a value. The results of this research show that the soil quality index value in chili monoculture land (22,60) is lower than the chili-shallot polyculture system (23,23), chili-melon polyculture (22,87), and chili-peanut polyculture (25,67). The soil quality index value on chili monoculture and polyculture land is low. The indicator that has the most influence on increasing the soil quality index value on chili cultivation land with a monoculture system is K-available, on land with a chili-shallot polyculture system it is N-total, on land with a chili-melon polyculture system it is K-available, and in land with a chili-peanut polyculture system is the soil cation exchange capacity (CEC).

 


Kata Kunci : indeks kualitas tanah, cabai, polikultur, monokultur, Banaran/soil quality index, chili, monoculture, polyculture, Banaran

  1. S1-2025-442706-abstract.pdf  
  2. S1-2025-442706-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-442706-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-442706-title.pdf