Pengaruh Biofortifikasi Besi dan Seng terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buah Tomat Rampai (Solanum pimpinellifolium)
FARIKHATUN NISA, Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc.; Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P.
2025 | Skripsi | AGRONOMI
Sebesar 40,1 %
anak di Indonesia pertumbuhannya terhambat karena kekurangan konsumsi zat besi
(Fe) dan seng (Zn) dan menyebabkan kekerdilan. Dalam konteks ini, biofortifikasi muncul sebagai cara
inovatif untuk meningkatkan mutu gizi pangan. Pengembangan tomat yang diperkaya
dengan zat besi (Fe) dan seng (Zn) tidak hanya akan membantu mengatasi masalah kekerdilan
tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi hasil hortikultura di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk mikro FeSO? dan ZnSO?
terhadap pertumbuhan dan hasil tomat rampai dan menentukan dosis optimum pupuk
FeSO? dan ZnSO? yang
efektif dalam meningkatkan kandungan zat besi (Fe)
dan seng (Zn) buah tomat rampai. Penelitian ini
dilakukan dalam skala polibag dan dirancang
menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tujuh perlakuan dan 3
ulangan. Peubah agronomi yang diamati meliputi tinggi, diameter batang, jumlah
daun, panjang akar, luas akar, luas daun, dan kandungan klorofil. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penambahan FeSO? dan ZnSO?
pada tomat rampai tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan
hasil. Dosis optimum yang efektif dalam meningkatkan kandungan unsur mikro buah
tomat rampai yaitu 7,87 kg FeSO?/ha (setara 2,89 kg Fe/ha) dan 2,18 kg ZnSO?/ha (setara 0,88 kg Zn/ha).
As many as 40.1% of children in Indonesia experience stunted growth due
to insufficient iron (Fe) and zinc (Zn) intake, leading to stunting. In this
context, biofortification has emerged as a novel approach to enhance the
nutritional value of food. The development of tomatoes enriched with iron (Fe)
and zinc (Zn) will not only help overcome the problem of stunting but also
increase the added value of horticultural products in Indonesia. This study
aims to investigate the impact of FeSO? and ZnSO? microfertilizers on the
growth and yield of rampai tomatoes, and to determine the optimal dosage of
FeSO? and ZnSO? fertilizers that effectively increase the iron (Fe) and zinc
(Zn) content of rampai tomatoes. This study was conducted on a polybag scale
and designed using a Completely Randomized Block Design (CRBD) with seven
treatments and 3 replications. The agronomic variables observed included
height, stem diameter, number of leaves, root length, root area, leaf area, and
chlorophyll content. The results showed that the addition of FeSO? and ZnSO? to
rampai tomatoes did not significantly affect growth and yield. The optimum
doses that were effective in increasing the micronutrient content of rampai
tomatoes were 7.87 kg FeSO?/ha (equivalent to 2.89 kg Fe/ha) and 2.18 kg
ZnSO?/ha (equivalent to 0.88 kg Zn/ha).
Kata Kunci : tomat rampai, biofortifikasi, pupuk mikro, FeSO?, ZnSO?.